Diduga Cekcok Asmara, Dua Pelajar SMP di Pacitan Nekat Terjun ke Laut Watu Tumpuk

oleh -226 Dilihat
Proses evakuasi dua pelajar Pacitan tercebur laut di Watu Tumpuk oleh nelayan dan petugas
Kawasan Watu Tumpuk, Gelon, Kembang, Pacitan, tempat terjadinya insiden dua pelajar SMP yang menceburkan diri ke laut akibat persoalan asmara, Minggu (24/5/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Pacitan nekat menceburkan diri ke laut di kawasan Watu Tumpuk, Gelon, Desa Kembang, Kabupaten Pacitan, Minggu (24/5/2026) pagi.

Insiden mendebarkan yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh cekcok masalah asmara antara korban dan mantan kekasihnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dua remaja yang masing-masing berinisial D (14, perempuan) dan F (15, laki-laki) berhasil diselamatkan oleh warga dan nelayan setempat setelah sempat terombang-ambing di laut.

Berdasarkan kronologi dari petugas di lapangan, kejadian bermula ketika D sedang berada di kawasan Watu Tumpuk bersama seorang rekan dekatnya, T (15). Situasi berubah tegang saat F, yang merupakan mantan kekasih D, tiba-tiba datang ke lokasi setelah mengetahui keberadaan mereka.

Kedatangan F langsung memicu pertengkaran hebat dengan D di tepi tebing laut.

“Yang bertengkar perempuan itu dengan F, mantan pacarnya,” ujar petugas dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (26/5/2026).

Suasana yang kian memanas membuat D emosi dan nekat melompat ke dalam laut. Melihat hal itu, F yang panik langsung ikut terjun dengan niat untuk menolong. Malangnya, F ternyata tidak memiliki kemampuan berenang yang baik.

“Saat D melompat, F ikut masuk ke laut untuk menolong. Tetapi F juga tidak bisa berenang,” terang petugas lebih lanjut.

Melihat kedua rekannya terancam tenggelam, T yang berada di atas tebing langsung berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Teriakan tersebut didengar oleh Wahid, seorang pemancing yang posisinya tak jauh dari lokasi kejadian. Wahid mengaku sempat melihat ketiganya terlibat adu mulut sebelum insiden terjadi.

“Ketika saya datang, perempuan itu dan mantannya sedang bertengkar,” kata Wahid saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Wahid menambahkan, dirinya tidak melihat langsung detik-detik saat korban melompat karena sedang fokus membenahi peralatan pancingnya. Namun, ia langsung tersentak saat mendengar teriakan minta tolong.

“Begitu ada yang berteriak, saya kaget ternyata mereka sudah tercebur,” ungkapnya.

Dengan sigap, Wahid langsung mengarahkan kedua korban berenang menuju area terdekat yang berkarang agar tidak terseret arus laut yang deras. Tak lama kemudian, sejumlah nelayan setempat datang mendekat menggunakan perahu untuk mengevakuasi kedua remaja tersebut.

Keduanya berhasil diangkat ke atas perahu dan langsung dibawa menuju Pelabuhan Tamperan. Setibanya di pelabuhan, para korban langsung dimintai keterangan oleh petugas Polairud dan personel TNI AL. Orang tua masing-masing pelajar juga segera didatangkan ke pelabuhan. Petugas memastikan seluruh korban selamat dan tidak mengalami luka serius.