Tag: Tahu Tuna

Permalink ke Oleh-oleh Tahu Tuna Masih Jadi Incaran Pemudik Lebaran di Pacitan
Headline, Kuliner, Pemerintahan

Oleh-oleh Tahu Tuna Masih Jadi Incaran Pemudik Lebaran di Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Saat menghabiskan waktu liburan Lebaran di Pacitan tak lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa oleh-oleh. Ada beberapa macam pilihan makanan khas yang bisa dicicipi setibanya dirumah.

Salah satunya adalah tahu tuna. Ikon oleh-oleh Kota 101 Gua itu sudah dikenal kekhasan cita rasanya. Tidak heran jika, tahu tuna merupakan item wajib masuk keranjang saat belanja buah tangan. ‘’Selama Ramadan dan Lebaran permintaan tahu tuna di gerai kami naik drastis,’’ kata Aryo Wahyu manajer pusat oleh-oleh Putra Samudera, kemarin (7/7).

Wahyu menuturkan peningkatan penjualan oleh-oleh khas Pacitan seperti tahun tuna ini akan mencapai lebih dari 100 persen. Dari hari bisa sebanyak 6 ribu pack kini menjadi 12 ribu pack tahu tuna. Meskipun permintaan naik, harga tahu tuna tetap dibanderol normal yakni Rp 7 ribu per pack.

Sementara produk olahan ikan lainnya seperti otak-otak dan bakso harganya Rp 6 ribu tiap bungkus. ‘’Kemasan produknya juga lebih segar karena disimpan dalam freeze,’’ ungkapnya.




Sementara untuk pembeli, Wahyu mengatakan, paling banyak konsumen berasal dari luar daerah. Antara lain dari Jakarta dan Solo. Mereka biasanya membeli oleh-oleh makanan khas setelah berwisata di Pantai Teleng Ria atau ketika hendak pergi ke objek wisata Pantai Klayar dan Gua Gong. ‘’Tahu tuna selama ini menjadi oleh-oleh khas asal Pacitan yang paling banyak diminati warga dari luar daerah,’’ terangnya.

Sementara itu, Nitasalah satu pembeli asal Madiun menyatakan alasannya memilih tahu tuna sebagai oleh-oleh karena merupakan produk asal Pacitan.

Selain itu, di daerah lain jarang terdapat makanan olahan dari ikan laut. Sehingga dia merasa perlu membeli oleh-oleh tahu tuna untuk dibagi-bagikan kepada keluarganya. ‘’Kebetulan ada teman yang nitip. Jadi sekalian beli banyak tadi,’’ ujarnya. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun

 

Permalink ke Pacitan Mulai Alami Kelangkaan Ikan Tuna
Perikanan

Pacitan Mulai Alami Kelangkaan Ikan Tuna

Pacitanku.com, PACITAN – Beberapa produsen olahan tuna di Pacitan dibuat kerepotan akibat semakin langkanya ikan tuna di Pacitan dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Di kecamatan Arjosari misalnya, salah satu produsen ikan tuna, Maryani mengaku terpaksa harus menurunkan jumlah produksi olahan tuna yang dijadikan olahan tahu tuna akibat kekurangan bahan baku ikan tuna.

“Tiap hari kami membutuhkan bahan baku sedikitnya 1 kwintal ikan tuna. Namun saat ini, rata-rata pasokan hanya 30 kilogram per hari, sehingga selama kekurangan bahan baku, kami  mengalihkan ke produk sambal pecel, “ tandas Maryani, dilansir laman SKPD Pacitan, Rabu (13/1/2016).


Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yunus Hariadi mengatakan bahwa kelangkaan ikan tuna tersebut disebabkan salah satunya karena fenomena El Nino yang berdampak derasnya air laut.

Selain itu, menurut Yunus hempasan angin menyebabkan kawanan ikan tuna berpindah tempat. “Kondisi ini merupakan siklus musiman tiap akhir tahun hingga awal tahun berikutnya,” ujarnya.

Menurut Yunus, selain produsen ikan tuna, masa paceklik juga memaksa ratusan nelayan andon asal Sulawesi dan beberapa daerah lain pulang kampung. “Mereka akan kembali mengarungi samudera setelah musim ikan tiba, sekitar Bulan April mendatang,” pungkasnya. (Pur/Riz/SKPD/RAPP002)

 

Permalink ke Cerita Tentang Olahan Tuna yang Bawa Berkah untuk Masyarakat Pacitan
Kuliner, Pemerintahan

Cerita Tentang Olahan Tuna yang Bawa Berkah untuk Masyarakat Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Sebagai daerah pesisir, Pacitan memiliki potensi besar di bidang perikanan, salah satunya adalah ikan tuna. Oleh masyarakat setempat, olahan ikan tuna bahkan telah membawa berkah tersendiri, memberdayakan masyarakat dan menyejahterakan masyarakat sekitar.

Melalui produk olahan ikan tuna, seperti tahu tuna, nugget tuna, bakso tuna hingga abon tuna, hingga saat ini puluhan pengrajin dan pegiat usaha olahan tuna di Pacitan merasakan kebermanfaatan dari produk laut tersebut.

Jika menyebut pengusaha sukses olahan tuna, masyarakat Pacitan pun pasti mengenal sentra produksu tahu tuna Eza Mandiri milik Sukiran dan Sri Sumiati. Produk tahu  tuna milik Pak Ran (Sukiran) sudah merambah ke berbagai pulau di luar Jawa.

“Tahu tuna asal Pacitan sudah banyak yang dikirim ke Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Selain Pak Ran, banyak juga usaha kecil-kecil yang memproduksi tahu tuna di Pacitan ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pacitan Wasi Prayitno, beberapa waktu lalu.

Menurut Wasi, tahu tuna itu adalah makanan bergizi karena isinya daging ikan tuna yang mengandung omega 3. Omega 3 adalah kandungan yang sangat bagus untuk tubuh. “Selain dimakan dengan bakso, tahu tuna juga bisa dimakan sebagai camilan. Bisa dimakan dengan saos, rasanya gurih. Makanan ini juga merupakan oleh-oleh khas Kabupaten Pacitan,” jelasnya.

Mengelola bisnis kuliner memang menjadi keunggulan tersendiri, apalagi jika kuliner tersebut dipadukan dengan potensi wisata alam. Hal itu juga yang dialami oleh pengelola Tahu Tuna Eza Mandiri, Pak Ran dan istrinya, Sri Sumiati. Berbekal ketekunannya mengelola olahan tuna, berupa tahu, otak – otak hingga nugget, omzet yang dicapai keluarga ini milyaran rupiah.

Cara yang dilakukan Pak Ran dan Sri Sumiati adalah melihat potensi, bahwa tahu merupakan makanan ringan yang sangat akrab dengan lidah Indonesia. Selain kandungan proteinnya tinggi, tahu juga banyak dikonsumsi karena harganya yang murah. Kemudian, Pak Ran menambah adonan tuna sebagai bahan pengisi tahu.

Sri membeli tahu putih dari pabrik tahu. Kemudian tahu tersebut dia goreng dan di dalamnya diberi isi adonan tuna. Setiap hari Ibu Sri membutuhkan satu kuintal tuna sebagai pengisi tahu. Sri dan Pak Ran menggeluti bisnis olahan ikan tuna sejak 2009. Tiap hari, Ibu Sri mampu menghasilkan tahu tuna sebanyak 1.500 bungkus. Tiap bungkusnya berisi 10 buah tahu tuna yang siap makan. 

Sementara, contoh sukses pengusaha tuna di Pacitan lain adalah Marsiah bersama suaminya Budiono di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Kota, Kabupaten Pacitan. Marsiah yang memiliki usaha dengan merek Inggil ini memulai usaha sejak 2009. Awalnya Marsiah hanya sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya berjualan makanan.

Sampai pada suatu ketika Pemerintah Kabupaten Pacitan mengadakan pelatihan pembuatan abon tuna karena wilayah itu berdekatan dengan Pantai Tamperan yang dikenal sebagai pelabuhan dengan hasil tangkapan ikan tuna.

“Awalnya kami membuat abon tuna yang kemudian dikemas dalam plastik dan dijual ke pengunjung objek wisata Pantai Teleng yang dekat dengan daerah saya ini. Ternyata laku dan kami terus meningkatkan jumlah produksi,” kata Marsiah.

Kini, kata dia, tahu dan abon produksinya sudah banyak dikirim ke luar daerah, termasuk ke Sumatra, Kalimantan, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Selain tuna, dia juga memproduksi abon ikan marlin. Dalam dua pekan sekali dia menghabiskan 1 kuintal ikan tuna atau marlin mentah yang kemudian dibuat menjadi sekitar 450 gram abon kering.

Sebanyak enam hingga 10 pekerja awalnya membersihakn jeroan ikan. Ikan yang sudah bersih kemudian direbus dan dilanjutkan dengan penghalusan. Ikan rebus yang sudah dihaluskan diberi bumbu kemudian digoreng dengan minyak. Sebelum dimasukkan dalam kemasan, ikan itu dibersihkan dari minyak goreng sehingga tidak basah dan awet.

Marsiah dan Budiono mengaku produk abon maupun tahunya tidak pernah menggunakan bahan pengawet. Meskipun demikian, abon produksinya mampu bertahan hingga enam bulan lebih.

Setelah sukses dengan abon, pada tahun 2011 dia mencoba membuat tahu tuna. Namun, hanya bertahan sebentar karena kekurangan tenaga kerja. Pada tahun 2013, dia mencoba kembali berproduksi dan bertahan hingga kini. Bahkan, omzetnya penjualan barang produksinya sudah mencapai Rp60 juta hingga Rp100 juta per bulan.

Bahkan, dia kini juga memproduksi nugget, pangsit, dan pentol bakso berbahan ikan tuna yang juga dikirim hinga ke luar Jawa, termasuk Pulau Bali. Untuk tahu tuna, saat ini justru menjadi produksi terbanyak dibandingkan abon dan lainnya. “Dalam sehari bisa menghasilkan 4.000 tahu atau 400 bungkus yang masing-masing berisi 10 tahu dengan harga Rp6.500,00 per bungkus,” kata Budiono menimpali.

Produksi olahan tuna di Pacitan ternyata mampu memberdayakan masyarakat, lebih dari itu mampu menyejahterakan masyarakat Pacitan. (RAPP002)

Permalink ke Tahu Tuna Pacitan yang Bikin Marsiyah Semakin Sejahtera
Kuliner, News, Pemerintahan, Wisata

Tahu Tuna Pacitan yang Bikin Marsiyah Semakin Sejahtera

Produksi Tahu Tuna Pacitan. (Foto : Dok. Pacitanku)

Produksi Tahu Tuna Pacitan. (Foto : Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebagai daerah pesisir, salah satu keunggulan Pacitan adalah olahan perikanannya. Dan saat ini, olahan ikan tuna telah membuat kehidupan masyarakat pesisir Pacitan menjadi lebih sejahtera. Hal itu juga yang dialami oleh Marsiyah dan Budiono, suami istri, salah satu pengusaha yang menggerakkan bisnis tahu tuna di Pacitan.

Karena ketekunannya, Marsiyah yang mengelola bisnis tahu tuna Inggil ini saat ini mampu memperoleh omzet Rp 60 juta hingga Rp 100 juta per bulan. Bahkan, Marsiyah mengatakan di bulan Ramadhan dan Lebaran omzet tersebut lebih banyak karena permintaan meningkat.

Kepada wartawan, Marsiyah yang berasal dari Wonosobo ini menjelaskan bahwa peluasan produk dari sebelumnya hanya abon tuna itu dilakukan mulai 2011, namun sempat terhenti karena kendala tenaga kerja.  

Namun demikian, produk itu kini banyak diminati pembeli dari Surabaya, Jakarta, Yogyakarta dan kota lainnya. “Hitungannya kami mulai produksi tahu tuna pada 2013 setelah tahun 2011 terhenti. Alhamdulillah terus berkembang hingga saat ini,” katanya, Selasa (16/6/2015) kemarin.

Menurut Marsiyah, usahanya itu berawal dari banyaknya ikan Tuna di kawasan selatan Pacitan. Akhirnya ada pelatihan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat agar masyarakat membuat abon. “Sejak itu kami membuat abon dalam jumlah sedikit-sedikit kemudian dijual di tempat wisata Pantai Teleng dan ternyata banyak yang minat. Akhirnya terus sampai sekarang,” katanya.

Marsiyah pun menjelaskan bahwa tahu tuna itu dikirim dalam bentuk beku sehingga lebih awet. Pembeli dari sejumlah kota besar itu biasanya menjual kembali tahu tuna produk Inggil kepada konsumen. Selain Marsiyah dengan merek tahu tuna Inggil, beberapa pengusaha tahu tuna lainnya di Pacitan adalah Pak Ran dengan tahu tuna Eza Mandiri, yang letaknya di kompleks pantai Teleng Ria. (Gulalives/Antara/DP/Masuki M Astro)

Permalink ke Menikmati Sedapnya Tahu Tuna Pak Ran Pacitan, Kuliner dengan Omzet Milyaran
Kuliner, Pemerintahan

Menikmati Sedapnya Tahu Tuna Pak Ran Pacitan, Kuliner dengan Omzet Milyaran

Proses produksi tahu tuna Pak Ran Pacitan. (Foto : Dok. Pacitanku)

Proses produksi tahu tuna Pak Ran Pacitan. (Foto : Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN—Mengelola bisnis kuliner memang menjadi keunggulan tersendiri, apalagi jika kuliner tersebut dipadukan dengan potensi wisata alam. Hal itu juga yang dialami oleh pengelola Tahu Tuna Eza Mandiri, Pak Ran dan istrinya, Sri Sumiati. Berbekal ketekunannya mengelola olahan tuna, berupa tahu, otak – otak hingga nugget, omzet yang dicapai keluarga ini milyaran rupiah. (lebih…)

Permalink ke Meningkatkan Produksi Ikan Tuna Pacitan dengan Diversifikasi Pangan
Laut, Perikanan

Meningkatkan Produksi Ikan Tuna Pacitan dengan Diversifikasi Pangan

Ikan tuna Pacitan dan olahannya

Ikan tuna Pacitan dan olahannya

Pacitanku.com, PACITAN—Sebagai daerah bahari, sektor kelautan dan perikanan merupakan salah sektor utama dalam pertumbuhan ekonomi kabupaten Pacitan. Dari data yang diperoleh Portal Pacitanku, setidaknya tiap tahun pertumbuhan nelayan Pacitan dan hasil produksi tangkap ikannya terus meningkat. Seperti data tahun 2011, di Pacitan terdapat 3.797 nelayan dengan produksi tangkap mencapai 5.056 ton pada tahun 2011, naik dari 4.555 ton di tahun 2009. (lebih…)