Berkah Musim Ikan Impun di Pacitan, Nelayan Raup Cuan Rp70 Ribu per Kilogram

oleh -156 Dilihat
Warga dan nelayan Pacitan sedang menangkap ikan impun menggunakan jaring di muara Sungai Grindulu.
Aktivitas warga pesisir Kabupaten Pacitan saat berburu ikan impun di kawasan muara Sungai Grindulu dan Pantai Pancerdoor pada musim migrasi akhir pekan ini. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Memasuki musim migrasi akhir pekan ini, warga pesisir Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ramai memburu ikan impun di kawasan muara Sungai Grindulu dan Pantai Pancerdorr, Pacitan.

Kemunculan burayak ikan bernutrisi tinggi ini tidak hanya menghidupkan tradisi lokal, tetapi juga menjadi berkah ekonomi musiman bagi nelayan setempat dengan harga jual mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Nelayan lokal, Iwan, mengungkapkan bahwa musim ikan mikro yang dimulai sejak akhir pekan lalu ini telah memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi warga pesisir.

“Musim impun ini mulai hari Jumat kemarin. Alhamdulillah harga per kilogram Rp70 ribu, Mas. Bisa untuk tambahan pendapatan,”kata Iwan saat ditemui di lokasi tangkapan.

Berdasarkan pantauan Pacitanku.com, selain dijual dalam hitungan kilogram, para nelayan juga menyiasati penjualan dengan membuat bungkusan lebih kecil seharga Rp20 ribu per bungkus.

Tingginya minat pembeli tidak lepas dari rasa ikan impun yang gurih serta teksturnya yang lembut, terutama saat diolah menjadi rempeyek atau pepes.

Secara biologis, ikan impun yang ditangkap warga adalah larva ikan laut yang sedang bermigrasi menuju air payau.

Karena dikonsumsi utuh bersama tulangnya, ikan ini kaya akan kalsium, fosfor, serta Omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan kecerdasan otak anak.

Meski kaya gizi dan menjadi primadona lauk pauk, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dalam pengolahannya.

Konsumsi ikan impun yang berlebihan atau kurang bersih dapat memicu reaksi alergi, seperti ruam merah dan gatal-gatal pada kulit, khususnya bagi mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap protein laut.

Bagi masyarakat Pacitan, aktivitas menangkap impun tetap menjadi lebih dari sekadar urusan perut. Musim yang sangat bergantung pada cuaca ini telah menjadi momen kebersamaan yang terus dijaga di tengah melimpahnya kekayaan laut “Paradise of Java”.

No More Posts Available.

No more pages to load.