Seniman Fasilitator Misbahuddin Ajak Masyarakat Bangun Event Wisata Berbasis Lokal, Pacitan Diminta Percaya pada Potensi Sendiri

oleh -101 Dilihat
isbahuddin menyampaikan materi dalam Sosialisasi Akselerasi Event Wisata Pacitan Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Parai Beach Resort Telengria, Pacitan. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN-Pengembangan event wisata di Pacitan dinilai harus berangkat dari kekuatan budaya dan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Misbahuddin, seniman fasilitator asal Sulawesi, dalam sesi Sosialisasi Akselerasi Event Wisata Pacitan Berkelanjutan dan Berdaya Saing yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Parai Beach Resort Telengria, Pacitan, Senin (6/7/2026).

Dalam pemaparannya, Misbahuddin mengajak para peserta untuk melihat potensi daerah dari apa yang telah dimiliki masyarakat, bukan sekadar mengikuti tren yang berkembang dari luar daerah.

Menurutnya, berbagai tradisi lokal seperti mantu kucing, ceprotan, berbagai kegiatan bersih desa, hingga ritual masyarakat merupakan kantong-kantong penyangga event yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.

“Mari kita menyelami apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita punya. Jangan sibuk mencari yang jauh, karena kekuatan kita justru lahir dari lokalitas yang sudah hidup di tengah masyarakat,”ujarnya.

Misbahuddin menjelaskan bahwa identitas Pacitan dibangun dari karakter segoro lan gunung, kehidupan petani dan nelayan, serta kekayaan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga menilai penyelenggaraan event tidak harus terpusat di kawasan perkotaan, melainkan perlu didorong hingga ke desa-desa agar setiap wilayah mampu menampilkan kekhasannya masing-masing.

Ia mencontohkan perkembangan Festival Ronthek yang kini mulai kembali mengangkat akar budaya masyarakat.

Menurutnya, berbagai kegiatan budaya di desa dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.

Di akhir pemaparannya, Misbahuddin mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa percaya terhadap potensi lokal. Ia menilai kreativitas yang hanya mengikuti tren di media sosial tanpa berpijak pada budaya sendiri justru akan menghilangkan identitas daerah.

“Kita masih kurang percaya pada kelokalan. Kalau kreativitas kita hanya berasal dari online, kita akan tercabut dari bumi dan kehilangan pijakan. Karena itu, juallah apa yang memang kita miliki,”tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku pariwisata, komunitas, dan organisasi masyarakat diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak event budaya berbasis lokal yang tersebar di berbagai wilayah Pacitan.

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah.

Kegiatan ditutup dengan arahan dari Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata sehingga potensi lokal Pacitan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.