Kawal Bantuan Listrik di Pacitan, Ibas: Tidak Boleh Ada Rumah yang Gelap

oleh -115 Dilihat
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat meninjau rumah warga penerima Bantuan Pasang Baru Listrik di Desa Gasang, Kabupaten Pacitan.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat meninjau langsung Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di kediaman warga Desa Gasang, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Senin (6/7/2026). (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengawal langsung penyaluran Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sekaligus menyosialisasikan Empat Pilar kebangsaan di Desa Gasang, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Senin (6/7/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan akses infrastruktur dasar benar-benar terealisasi guna mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan warga setempat.

Kunjungan kerja tersebut diawali Ibas dengan meninjau langsung instalasi listrik di kediaman Malik Maulana, salah satu dari 20 keluarga penerima manfaat di Dusun Krajan.

Melalui pemasangan daya 450 hingga 900 VA, fasilitas ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dan membuka peluang terciptanya usaha skala mikro.

Di hadapan puluhan warga yang memadati Lapangan Voli Desa Gasang, Ibas menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang berkeadilan.

“Saya datang ke Desa Gasang untuk mengawal bantuan ini. Saya ingin memastikan tidak boleh ada rumah-rumah di Kabupaten Pacitan, khususnya Kecamatan Tulakan dan Desa Gasang, yang gelap. Sama seperti kita tidak ingin Indonesia gelap,”kata putra bungsu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dengan total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa, pemerintah menghadapi tantangan berat dalam melakukan pemerataan pembangunan.

“Kementerian dan lembaga pemerintah sama-sama memerlukan anggaran dan program yang penting. Kurang lebih Rp4.000 triliun yang dikelola pemerintah itu tidak pernah terasa cukup. Namun, saya selaku wakil rakyat berupaya sekuat tenaga untuk terus berusaha memberikan yang terbaik, memastikan roda perekonomian masyarakat semakin baik,” ungkapnya.

Menurut legislator Partai Demokrat ini, kehadiran listrik bukan sekadar memberikan kenyamanan di malam hari, melainkan menjadi penunjang utama aktivitas produktif, mulai dari kegiatan belajar anak-anak hingga pengembangan ekonomi keluarga.

Sebagai penutup, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional dari hulu ke hilir. Ia mewanti-wanti agar tidak ada lagi kendala distribusi bahan bakar seperti batu bara yang dapat memicu pemadaman listrik massal.

“Tidak boleh ada kebijakan yang akhirnya merugikan dunia industri maupun rumah tangga ketika mereka sedang berusaha meningkatkan produksi dan produktivitas kehidupannya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.