Menag Beri Sinyal Dukung Gelar Pahlawan bagi KH Abdul Manan

oleh -124 Dilihat
Menteri Agama Nasaruddin Umar sedang memberikan tausiah dan motivasi kepada santri di Pondok Tremas Pacitan saat Haul ke-169 KH Abdul Manan.
Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar (tengah), saat menyampaikan mauidloh hasanah dalam rangkaian Dzikro Haul ke-169 K.H. Abdul Manan Dipomenggolo di Pacitan, Kamis (16/4/2026). (Foto: Dok. Kemenag RI)

Pacitanku.com, PACITAN – Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar, memberikan sinyal dukungan agar K.H. Abdul Manan Dipomenggolo diusulkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa besarnya meretas jejaring intelektual ulama Nusantara.

Hal tersebut ditegaskan Menag saat menghadiri puncak Dzikro Haul ke-169 K.H. Abdul Manan di Sarean Gede, Desa Semanten, Pacitan, Kamis (16/4/2026).

Nasaruddin Umar, yang juga merupakan tim penilai gelar Pahlawan Nasional bentukan Presiden Prabowo Subianto, menilai sosok KH Abdul Manan bukan orang sembarangan.

Menurutnya, sejarah mencatat almarhum sebagai pionir kemajuan pendidikan Islam Indonesia hingga ke level internasional.

“Saya mendukung seandainya beliau akan kita usulkan nanti untuk mendapatkan bintang atau penghargaan negara terhadapnya sebagai Pahlawan Nasional. Insyaallah orang yang direkomendasikan itu pasti bukan orang sembarangan, apalagi ini adalah tokoh ulama,”kata Nasaruddin Umar.

Sejarah mencatat, KH Abdul Manan yang memiliki nama kecil Raden Bagus Darso ini merupakan pendiri Pondok Tremas Pacitan pada tahun 1830.

Ia merupakan santri dari KH Hasan Besari, Tegalsari Ponorogo, yang kemudian meletakkan batu pertama pendidikan pesantren di Pacitan.

Tak hanya itu, KH Abdul Manan diakui sebagai generasi pertama bangsa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir pada tahun 1850-an.

Di sana, ia berguru langsung pada Grand Syeikh ke-19, Ibrahim Al-Bajuri. Beliaulah yang pertama kali mempopulerkan kitab Ithaf Sadat Al-Muttaqin (syarah Ihya’ Ulumuddin) di tanah air.

“Dalam definisi Al-Qur’an, orang yang mewakafkan hidupnya di jalan Allah itu tidak mati. Bahkan almarhum dijamin rezekinya oleh Allah,”tambah Menag mengutip surah Ali Imran ayat 169.

Peran KH Abdul Manan sangat vital karena dari garis keturunannya lahir ulama-ulama besar seperti Syaikh Mahfudz Attarmasi, pemegang sanad Sahih Bukhari-Muslim yang menjadi guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Jejaring keilmuan ini terus menyambung hingga ke tokoh-tokoh besar seperti KH Ali Maksum Krapyak hingga KH Abdul Hamid Pasuruan.

Puncak haul yang berlangsung khidmat di area pemakaman masyayikh Desa Semanten ini turut dihadiri ribuan jemaah.

Kehadiran Menag semakin memperkuat harapan masyarakat agar pengakuan negara terhadap jasa intelektual dan spiritual KH Abdul Manan Dipomenggolo segera terwujud.

No More Posts Available.

No more pages to load.