Melihat Aneka Karya Unik Siswa di Lomba Kriya FLS3N Sudimoro Pacitan 2026

oleh -148 Dilihat
Hanida, salah satu peserta lomba kriya FLS3N Kecamatan Sudimoro 2026, tampak fokus mengecat keranjang mininya. (Foto: Nur Az/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO-Suasana kreatif dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SD se-Kecamatan Sudimoro yang digelar pada Kamis, 16 April 2026.

Ajang tahunan yang menjadi seleksi menuju tingkat kabupaten ini tidak hanya menampilkan bakat seni siswa, tetapi juga kreativitas luar biasa dari karya-karya yang dihasilkan.

Tahun ini, FLS3N Kecamatan Sudimoro menghadirkan tujuh cabang lomba, yakni kriya, pantomim, gambar bercerita, mendongeng, tari, menulis cerita, dan menyanyi solo.

Dari seluruh cabang tersebut, lomba kriya menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

Sebanyak 22 siswa dari berbagai SD di Kecamatan Sudimoro turut ambil bagian dalam lomba kriya.

Sebanyak 22 peserta dari berbagai SD se-Kecamatan Sudimoro tampak serius dan penuh konsentrasi saat mengerjakan karya kriya mereka dalam ajang FLS3N 2026. (Foto: Nur Az/Pacitanku)

Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam menciptakan karya kerajinan tangan tiga dimensi yang mengedepankan kreativitas, keterampilan, serta pemanfaatan bahan limbah dan material alami.

Beragam karya unik berhasil dihasilkan para peserta, mulai dari keranjang mini beroda, mangkuk dari bathok kelapa, miniatur perahu, hingga berbagai hiasan artistik.

Menariknya, seluruh karya tersebut dibuat dari kombinasi bahan seperti kulit jagung, kulit lamtoro, bambu, biji-bijian, hingga botol bekas.

Seorang siswa tampak fokus menyelesaikan karya seni kriya berbentuk burung merak saat mengikuti lomba FLS3N 2026. (Foto: Nur Az/Pacitanku)

Seni kriya sendiri merupakan cabang seni yang menuntut peserta untuk menciptakan karya fungsional maupun dekoratif yang tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga mengangkat unsur budaya lokal dan inovasi.

Banyak karya yang ditampilkan memadukan sentuhan tradisional dengan konsep modern.

Salah satu peserta, Hanida, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba kriya.

“Saya senang mengikuti lomba kriya yang kesekian kalinya ini, berusaha yang terbaik kak,” ujarnya singkat.

Koordinator lomba kriya, M. Ali Ashar, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.

Menurutnya, FLS3N menjadi ajang penting untuk menumbuhkan bibit-bibit unggul di bidang seni.

“Harapan kami tentunya akan tumbuh bibit-bibit unggul kesenian. Syukur bisa kita andalkan di event kabupaten, atau bahkan ke depan bisa menjadi ketertarikan bagi anak untuk terus kreatif sehingga dapat menjadi salah satu penyangga kehidupan mereka di masa depan,” ungkapnya.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, dewan juri lomba kriya didatangkan dari luar Kecamatan Sudimoro.

Selain demi unsur keadilan, para juri juga merupakan anggota seni kriya Kabupaten Pacitan yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Kegiatan FLS3N ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang seleksi menuju tingkat kabupaten.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan kualitas karya yang terus berkembang, diharapkan siswa-siswi Sudimoro mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.