Serius Kembali Kelola Ubibam, Bupati Lantik Kepala UPT Baru

oleh -101.143 views
UBIBAM di Donorojo yang mangkrak. (Foto : Aspirasi Pacitan/FB)
UBIBAM di Donorojo yang mangkrak. (Foto : Aspirasi Pacitan/FB)
UBIBAM di Donorojo yang mangkrak. (Foto : Aspirasi Pacitan/FB)
UBIBAM di Donorojo yang mangkrak. (Foto : Aspirasi Pacitan/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan rupanya serius untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali Perusahaan Daerah (Perusda) Unit Bina Batu Mulia (Ubibam) yang terletak di Desa Sukodono, Kecamatan Donorojo. Hal itu dibuktikan dengan dilantiknya Kepala UPT Ubibam yang baru, Sriyanto, Kamis (5/3/2015).

Pelantikan Kepala UPT Ubibam sendiri dilakukan langsung oleh Bupati Pacitan, Drs. H Indartato, MM di Pacitan. Bupati berharap dibawah pimpinan baru ini, UBIBAM  dapat berkembang kembali serta memberi kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

“Melihat fenomena batu mulia yang semakin booming , saya kira Ubibam juga bisa berkompetisi,  jika dikelola dengan baik,” katanya saat pelantikan Kepala UPT Ubibam yang baru, dilansir dari laman resmi SKPD Pacitan.

Sebagaimana diketahui, keberadaan Ubibam di Donorojo diharapkan mampu mengangkat potensi industri batu alam di Pacitan. Sayang, BUMD yang berdiri sejak tahun 1989 itu justru kondisinya  memprihatinkan. Perusahaan yang berdiri atas prakarsa Bupati Muchtar Abdul Kadir dengan menggandeng salah satu Perusahaan pupuk nasional itu kini sepi pengunjung.

Padahal sebelumnya, Ubibam sempat menjadi rujukan bagi para penghobi batu mulai terutama batu akik baik lokal maupun luar kota. Ubibam diketahui juga banyak memberi pengaruh kepada masyarakat sekitar, Buktinya, banyak tumbuh home industri pengolahan batu mulia di wilayah sekitar.

Namun demikian, Indartato juga tak terlalu memasang target berlebih dalam struktur kepengurusan Ubibam yang baru. Pasalnya, untuk mengelola perusahaan memang dibutuhkan orang dengan jiwa kewirausahaan yang kuat. Sementara PNS yang ditugaskan sejauh ini  tidak semuanya berlatar belakang pengusaha.

Sebelumnya, Ubibam juga pernah mendapatka bantuan belasan unit alat modern pengolahan batu mulia dari Kementerian Perindustrian pada tahun 2013 senilai Rp 850 juta, namun pengelolaannya belum optimal. (RAPP002)