Penampilan 13 penari Sekar Pace ini menjadi bukti bahwa budaya Pacitan tetap hidup dan terus berkembang.
Pacitanku
Pacitan Sumandhang Nugraha: Perayaan Hari Jadi ke-280 dengan Tari Kolosal yang Indah
Bambang Slamet Riyadi, selaku pembaca sinopsis tari kolosal Sumandang Nugraha, mengatakan bahwa tema khusus setiap tahun dalam perayaan Hari Jadi Pacitan bukan tanpa alasan.
Bupati Pacitan Beri Penghargaan Kepada Tokoh PP Tremas Kyai Hamid Dimyathi yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Penghargaan kepada sosok KH Dimyathi diberikan langsung oleh Bupati Pacitan kepada keluarga, yakni Gus Muadz yang merupakan cucu dari KH Dimyathi.
Sutrisno, Sang Penggagas Lambang Pacitan ‘Tata Pramana Hargeng Praja’ Terima Penghargaan Bupati
Salah satu tokoh yang mendapatkan penghargaan adalah Sutrisno. Meski telah berpulang, jasanya sebagai penggagas lambang daerah Pacitan, “Tata Pramana Hargeng Praja”, akan selalu dikenang.
Koreografi Apik Tari Kolosal Sumandhang Nugraha Tutup Perayaan Hari Jadi ke-280 Pacitan dengan Gemilang
Selendang biru yang menggambarkan ombak mencerminkan keindahan panorama pantai Pacitan, selaras dengan tema “70 Miles of Sea Paradise”.
Blarang Ditetapkan Sebagai Pakaian Khas Pacitan, Jadi Simbol Kesederhanaan dan Kearifan Lokal
Blarang, pakaian yang sekilas mirip beskap berwarna hitam, merupakan perpaduan budaya Mataraman yang mencerminkan kekayaan tradisi Jawa.
Meriahnya Perayaan Hari Jadi ke-280 Pacitan: Nuansa Jawa Kental, Libatkan Masyarakat dan Pengrajin Lokal
Kanto juga menyampaikan bahwa pembuatan background hari jadi tahun ini melibatkan pengrajin Pacitan.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













