Peringati Hari Kartini, SDN Bungur Tulakan Tanamkan Nilai Kepahlawanan Lewat Karnaval dan Bazar Sehat

oleh -100 Dilihat
Siswa dan wali murid SDN Bungur Tulakan mengenakan pakaian adat dalam peringatan Hari Kartini.
Kemeriahan peserta didik bersama wali murid SDN Bungur Tulakan saat mengikuti karnaval pakaian adat dalam perayaan Hari Kartini di lingkungan sekolah, Selasa (21/4). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, TULAKAN – Ratusan peserta didik SDN Bungur Tulakan Pacitan, bersama TKN Pembina dan KB Mutiara, memperingati Hari Kartini melalui karnaval pakaian adat dan bazar kuliner tradisional sehat di lingkungan sekolah, Selasa (21/4).

Kegiatan ini digelar untuk menanamkan nilai kepahlawanan, kemandirian, serta mengedukasi pola hidup sehat kepada anak-anak sejak dini.

Kepala SDN Bungur Tulakan, Barjo, menegaskan bahwa konsep perayaan tahun ini dirancang secara khusus agar semangat perjuangan R.A. Kartini dapat meresap ke dalam jiwa peserta didik.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan panggung edukasi terkait tokoh pahlawan bangsa.

“Kami berikan panggung, waktu, dan sarana agar Hari Kartini masuk ke jiwa anak-anak. Kita ingin menanamkan nilai kepahlawanan agar mereka tidak salah menokohkan seseorang yang kapasitasnya masih dipertanyakan. Kartini ini perjuangannya sudah mendunia,”kata Barjo di sela-sela kegiatan.

Acara yang dibuka langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tulakan ini diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan karnaval pakaian adat.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi peragaan busana (fashion show) ibu dan anak, serta perlombaan merias wajah tanpa cermin yang diikuti oleh para wali murid.

Tidak hanya menonjolkan aspek pelestarian budaya, edukasi kesehatan juga menjadi fokus utama dalam perayaan ini. Pihak sekolah secara khusus menggandeng tenaga kesehatan untuk memantau kualitas makanan dalam bazar yang dikelola oleh paguyuban kelas.

Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh kuliner lokal yang disajikan bebas dari bahan pengawet. Selain itu, siswa juga diajak mengikuti lomba penataan penyajian (plating) bekal sehat.

Barjo menambahkan, keberhasilan rangkaian acara ini merupakan wujud nyata sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan wali murid. Sekolah berperan menyusun konsep besar, sementara eksekusi lapangan dipercayakan sepenuhnya kepada paguyuban kelas.

“Anak-anak dan wali murid sangat antusias. Harapannya, melalui kegiatan ini kami bisa menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, sopan santun, hingga kesederhanaan. Semoga ini bisa menginspirasi sekolah lain,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.