Diiringi Suasana Haru, 244 Calon Haji Pacitan Bertolak ke Tanah Suci

oleh -163 Dilihat
Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah melambaikan tangan saat melepas armada bus jemaah calon haji di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, secara resmi melepas keberangkatan 244 Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 25 menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya dari halaman Pendopo Kabupaten Pacitan, Senin (27/4/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Suasana haru dan isak tangis keluarga mewarnai pelepasan 244 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, secara resmi memberangkatkan rombongan yang menggunakan enam armada bus dari halaman Pendopo Kabupaten menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (27/4/2026), untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Ingat selalu jaga fisik, mental, dan kesehatan, semoga dapat menjalankan semua syarat wajib dan rukun haji. Semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur,”kata Gagarin Sumrambah saat memimpin upacara pemberangkatan.

Bergabung di Kloter 25, Jemaah Tertua Berusia 86 Tahun

Ratusan jemaah calon haji Kabupaten Pacitan menundukkan kepala untuk memanjatkan doa bersama di dalam ruangan Pendopo Kabupaten.
Ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pacitan yang tergabung dalam Kloter 25 tampak khusyuk memanjatkan doa bersama di dalam Pendopo Kabupaten sesaat sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (27/4/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Jemaah calon haji asal Pacitan ini tergabung dalam Gelombang I Kelompok Terbang (Kloter) 25 Embarkasi Surabaya, bersama jemaah asal Madiun, Kota Surabaya, dan dua jemaah dari Ponorogo.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan, Marjuni, merinci bahwa total jemaah beserta petugas yang diberangkatkan tahun ini mencapai 251 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler, jemaah cadangan, pembimbing ibadah dan Petugas Haji Daerah (PHD).

“Seluruh jemaah calon haji dalam kondisi sehat dan siap berangkat. Kami berharap seluruh proses perjalanan berjalan lancar hingga nanti kembali ke tanah air,”kata Marjuni.

Dalam rombongan ini, Sukarti (86), warga Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan, tercatat sebagai jemaah tertua.

Sementara predikat jemaah termuda disandang oleh Fidha Danang Hidayatullah yang berusia 26 tahun.

“Kami Memohon Restu”: Kesiapan Mental dan Fisik Jemaah

Jemaah calon haji asal Pacitan berseragam batik haji berjalan memasuki bus diiringi isak tangis dan lambaian tangan dari keluarga pengantar.
Suasana haru dan isak tangis keluarga pengantar mewarnai momen saat para Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan menaiki bus di kawasan Pendopo Kabupaten, Senin (27/4/2026), sebelum bertolak menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Kesiapan menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci juga ditegaskan langsung oleh para jemaah.

Lancur Susanto, salah satu jemaah haji yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Pacitan, mengungkapkan bahwa persiapan batin dan fisik telah dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan.

“Alhamdulillah secara fisik dan batiniah sudah mempersiapkan diri, insyaallah siap. Kami memohon restu dari semuanya, semoga perjalanan ibadah haji rombongan dari Kabupaten Pacitan diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan,”kata Lancur di tengah proses administrasi jelang keberangkatan.

Koper bagasi diberangkatkan lebih dahulu

Sehari jelang keberangkatan jemaah, rangkaian persiapan logistik telah dilakukan secara ketat. Sebanyak 247 koper bagasi milik jemaah Kloter SUB 25 yang didominasi warna putih dan merah telah dikumpulkan di halaman Kantor Kemenag Pacitan pada Sabtu (25/4/2026).

Petugas melakukan pengawasan ketat dengan menimbang setiap koper untuk memastikan beratnya tidak melebihi batas maksimal 32 kilogram.

Setiap koper wajib dilengkapi sarung pelindung dan tanda pengenal ganda. Kemenhaj juga membagikan tiket masuk (free pass) khusus, di mana satu jemaah berhak didampingi oleh dua orang anggota keluarga saat keberangkatan.

Setelah penyortiran selesai, 247 koper bagasi tersebut diberangkatkan menggunakan dua truk besar menuju Asrama Haji Sukolilo pada Minggu (26/4/2026). Sementara koper kecil atau tas kabin baru dibawa masing-masing jemaah.

Rute Perjalanan dan Jadwal Penerbangan ke Tanah Suci

Dalam perjalanannya hari ini, rombongan jemaah dijadwalkan singgah terlebih dahulu di ibu kota provinsi untuk menunaikan salat di Masjid Nasional Al Akbar.

Setelah itu, jemaah akan masuk ke Asrama Haji Sukolilo pada pukul 18.50 WIB untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, verifikasi dokumen, dan persiapan akhir.

“Jemaah akan bermalam satu hari di asrama, kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi pada 28 April pukul 18.50 WIB,” imbuh Marjuni.

Perjalanan udara menuju Tanah Suci akan lepas landas dari Bandara Internasional Juanda (SUB) menggunakan maskapai Saudia Airlines penerbangan SV 5269.

Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada Rabu, 29 April 2026 pukul 03.50 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara untuk fase kepulangan, rombongan Kloter 25 direncanakan bertolak dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 10.15 WAS menggunakan pesawat Saudia Airlines SV 5278.

Seluruh jemaah diperkirakan akan mendarat kembali di Surabaya pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 03.35 WIB.

No More Posts Available.

No more pages to load.