Seleksi CPNS Tahun ini tak Ada Portal Mandiri, Terfokus di BKN

oleh

Pacitanku.com, JAKARTA – Hingga hampir pertengahan bulan Juli, Pemerintah belum secara resmi membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018. Saat ini, rencana tersebut masih terus disusun oleh pemerintah.

Masyarakat pun cukup antusias menanti pembukaan lowongan untuk menjadi abdi negara tersebut. Namun, pemerintah seperti terus mengundur waktu pengumuman lowongan.

Terakhir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur menargetkan pembukaan formasi akan dilakukan pada akhir Juli 2018 ini.”Sudah finalisasi untuk formasi. Nanti kita umumkan secara terbuka. Doakan saja supaya cepat. Kan ini Juli, sebelum akhir Juli mudah-mudahan sudah bisa diumumkan,” kata Asman Abnur beberapa waktu lalu.

Untuk itu, dalam rencana pembukaan lowongan CPNS tahun ini maka pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) akan seluruhnya berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) dan dilakukan terintegrasi.

Selain itu, pendaftaran CPNS akan dilakukan terintegrasi melalui portal nasional via https://sscn.bkn.go.id. Dengan demikian dipastikan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh instansi.

“Dengan perubahan mekanisme ini, alur pendaftaran CPNS akan lebih singkat sehingga memudahkan pelamar dalam pendaftaran satu pintu,” kata Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Iwan Hermanto saat Rakornas di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/7/2018).

Pada kesempatan yang sama, Menteri PAN-RB Asman Abnur meminta kepada BKN untuk bisa betul-betul menyeleksi dengan baik calon-calon abdi negara yang berkualitas. Hal itu agar, setiap CPNS nantinya bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan sesuai.

“Sekarang yang jadi tugas pokok kita adalah bagaimana merencanakan pegawai yang betul-betul nyambung dengan potensi daerah, kementerian, sehingga betul-betul bisa merencanakan pegawai yang tepat sesuai dengan beban kerja,” katanya.

“Kita sudah lihat bagaimana cepatnya perubahan, kalau kita tidak antisipasi peran kita akan diambil oleh robot itu. Jadi jangan lagi jadi petugas administratif, jadilah orang yang bisa merencanakan human capital negara, sehingga mengarah pada kompetensi yang benar,” pungkasnya. (RAPP002)