Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Kongko Angkringan Ansor Sudimoro Perkuat Sinergi Pemuda dan Forkopimcam

oleh -141 Dilihat
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam peringatan Harlah ke-92 GP Ansor di Kecamatan Sudimoro melalui kegiatan Kongko Angkringan Ansor. (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, SUDIMORO-Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan melalui kegiatan bertajuk “Kongko Angkringan Ansor”.

Acara ini digelar di Lapangan MTs Ma’arif Sudimoro pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pacitan, Nahdlatul Ulama melalui MWC NU Kecamatan Sudimoro, serta berbagai badan otonom (Banom) seperti Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, dan IPPNU.

Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang meliputi Camat, Kapolsek, Danramil, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

Seluruh anggota Ansor se-Kecamatan Sudimoro ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Meskipun sempat diguyur hujan ringan, suasana acara tetap hangat dan penuh kekeluargaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholawat bersama, dilanjutkan doa, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, hingga sesi bincang santai bersama unsur Forkopimcam.

Ketua PAC GP Ansor Sudimoro, Jumariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang komunikasi yang santai namun strategis antara pemuda Ansor dengan para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan.

“Forum seperti ini penting untuk mempercepat penyampaian informasi dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah.” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara GP Ansor dengan pemerintah serta aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, khususnya di Kecamatan Sudimoro.

Salah satu panitia kegiatan, Miftakhul Huda, juga menyampaikan bahwa konsep Kongko Angkringan Ansor dipilih agar suasana lebih cair dan membangun kedekatan.

Ia menilai pendekatan nonformal seperti ini efektif dalam menjalin komunikasi yang lebih terbuka antara pemuda dan unsur pimpinan kecamatan.

Istilah “kongko” sendiri merupakan bahasa gaul yang merujuk pada aktivitas berkumpul santai sambil berbincang ringan, biasanya dilakukan di tempat sederhana seperti angkringan.

Dalam konteks kegiatan ini, kongko menjadi sarana dialog informal yang lebih akrab, sehingga komunikasi antara pemuda dan pemangku kebijakan dapat terjalin tanpa sekat formalitas.

Melalui kegiatan Kongko Angkringan Ansor, GP Ansor Sudimoro berharap peringatan Harlah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus mempererat kebersamaan serta memperkuat peran pemuda dalam menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.