Umbul Dongo Dusun Mojo Pacitan Kembali Digelar, Warga Perkuat Tradisi dan Kebersamaan

oleh -152 Dilihat
Suasana pengajian dalam rangkaian acara Umbul Dongo Dusun Mojo yang berlangsung khidmat, diikuti oleh warga, tokoh masyarakat, dan para sesepuh sebagai wujud doa bersama dan rasa syukur. (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, NGADIROJO-Tradisi Umbul Dongo Dusun Mojo kembali digelar pada April 2026 sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas berkah, keselamatan, dan rezeki yang telah diberikan.

Kegiatan budaya lokal di Pacitan ini telah memasuki tahun ke-6 dan terus dilestarikan oleh warga.

Menurut Via, salah satu panitia tim budaya, Umbul Dongo merupakan doa bersama yang tidak hanya bertujuan sebagai ungkapan syukur, tetapi juga untuk memohon kebaikan di masa mendatang.

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar ke depan selalu diberikan kebaikan,” ujarnya.

Kegiatan Umbul Dongo Dusun Mojo diselenggarakan oleh Kepala Dusun Mojo, Hartanto, bersama masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan Umbul Dongo Pacitan 2026 diawali dengan jalan sehat yang diikuti seluruh warga Dusun Mojo.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba kebersihan lingkungan dan Qotmil Quran sebagai bagian dari rangkaian spiritual.

Puncak acara berlangsung pada 22 April 2026 melalui kirab simbolis dan prosesi adat yang sarat makna.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gebyar tayub pada malam harinya.

Sejumlah warga Dusun Mojo membawa lampu-lampu kecil menyerupai obor saat prosesi Umbul Dongo, menciptakan pemandangan malam yang sakral, hangat, dan penuh kebersamaan. (Foto: Dok. Fitrianingsih for Pacitanku)

Prosesi Umbul Dongo menjadi salah satu bagian paling sakral dan indah.

Dalam kirab tersebut, warga membawa obor kecil yang menciptakan suasana syahdu dan penuh makna.

Cahaya obor yang berjejer menambah kekhidmatan prosesi, sekaligus menjadi simbol harapan dan doa bersama.

Salah satu warga, Firtianingsih, mengungkapkan kekagumannya terhadap tradisi ini.

“Acara ini sangat bermakna, suasananya terasa hangat dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh warga Dusun Mojo, tokoh masyarakat, perangkat desa, para sesepuh, hingga pemuda setempat.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam setiap rangkaian kegiatan yang digelar.

Umbul Dongo Dusun Mojo menjadi salah satu contoh kearifan budaya lokal di Pacitan yang masih terjaga hingga kini.

Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam sambutanya, Hartanto berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin guyub dan rukun.

“Semoga dengan adanya Umbul Dongo, warga selalu diberikan keberkahan dan keselamatan oleh Allah SWT,” tambahnya.

Melalui tradisi Umbul Dongo, masyarakat Dusun Mojo dapat terus mempererat silaturahmi tanpa memandang perbedaan, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.