Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan memastikan Gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi permanen siap beroperasi secara fungsional pada Juli 2026 ini.
Langkah taktis ini dikebut untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan ratusan anak dari keluarga kurang mampu menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Kepala Dinsos Pacitan, Heri Setijono, menjelaskan bahwa proyek ini mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menggabungkan sejumlah fasilitas yang sudah ada.
“Jadi Gedung SR Terintegrasi Permanen, baik yang saat ini ada SRMA 23 maupun SRMA 46, akan dijadikan satu. Secara fungsional, bulan Juli 2026 ini dapat digunakan,” ujar Heri di Pacitan, Senin (6/7/2026).
Meski kontrak pengerjaan fisik bangunan baru dijadwalkan berakhir bulan depan, Dinsos Pacitan mengambil kebijakan untuk memprioritaskan area yang mendukung langsung proses KBM agar rampung lebih awal.
“Secara kontrak, pekerjaan fisik itu sampai Agustus 2026. Namun kami berharap bangunan esensi untuk pembelajaran dan dukungan pembelajaran dapat digunakan Juli 2026, dan sisanya dikerjakan hingga selesainya kontrak di bulan Agustus,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan jaring pengaman sosial pendidikan yang didukung oleh Kementerian Sosial. Sasaran utamanya adalah calon siswa dari kelompok desil 1 dan 2 demi menekan angka putus sekolah di wilayah Pacitan.
Sistem pendidikan yang diterapkan mengusung prinsip Multi Entry Exit. Hal ini dinilai fleksibel dalam mengakomodasi kondisi psikososial maupun ekonomi anak-anak rentan yang rawan putus sekolah.
Kehadiran SR Terintegrasi ini rupanya mendapat respons yang sangat tinggi dari masyarakat. Data terbaru Dinsos Pacitan mencatat, kuota pendaftar di hampir seluruh jenjang telah terpenuhi, bahkan melebihi target awal.
“Untuk tingkat SD sudah ada 20 siswa, SMP alhamdulillah sudah terpenuhi 90 siswa, dan SRMA sudah 150 siswa atau 5 rombel. Secara umum pagu sudah terpenuhi, bahkan untuk tingkat SRMA melebihi pagu yang ada,”pungkas Heri.













