Pacitanku.com, PACITAN – Suasana haru dan tangis bahagia menyelimuti halaman Pendopo Pacitan, Senin (27/4/2026) pagi. Isak tangis keluarga pecah saat Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, resmi melepas iring-iringan enam armada bus yang membawa 244 Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 25 menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Bagi sebagian besar jemaah, keberangkatan ini adalah puncak dari penantian panjang belasan tahun. Supriyadi, salah satu jemaah, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, saya sudah menunggu 14 tahun, akhirnya tahun ini dapat berangkat bersama istri. Mohon doa njih (ya), semoga diberikan kelancaran,”kata Supriyadi.
Permohonan doa restu juga dipanjatkan oleh jemaah lainnya asal Kecamatan Pacitan, Danang Sudrajat.
“Alhamdulillah, mohon doanya njih, semoga semua berjalan lancar,” ujarnya singkat namun penuh harap.
Menyadari besarnya perjuangan para jemaah, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah menitipkan pesan khusus saat memimpin upacara pemberangkatan.
“Ingat selalu jaga fisik, mental, dan kesehatan, semoga dapat menjalankan semua syarat wajib dan rukun haji. Semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” pesannya.
Rombongan Kloter 25: Dari Usia 26 hingga 86 Tahun
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pacitan, Marjuni, merinci bahwa JCH asal Pacitan tergabung dalam Gelombang I Kloter 25, bersama jemaah dari Madiun, Surabaya, dan Ponorogo.
Total rombongan Pacitan mencapai 251 orang, meliputi 244 jemaah reguler, lima jemaah cadangan, serta pembimbing ibadah dan Petugas Haji Daerah (PHD).
“Seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap berangkat. Di antara rombongan ini, jemaah termuda adalah Fidha Danang Hidayatullah (26), dan jemaah tertua adalah Sukarti (86) asal Desa Arjowinangun,” papar Marjuni.
Aturan Ketat Koper Bagasi Tanpa Power Bank
Sehari sebelumnya, Sabtu (25/4/2026), proses logistik telah diselesaikan. Sebanyak 247 koper bagasi diberangkatkan lebih dulu menggunakan truk. Petugas Kemenag secara ketat menimbang koper dengan batas maksimal 32 kilogram, serta memasang ID Card ganda di leher jemaah dan di koper menggunakan kabel ties untuk mencegah kehilangan.
Ketua Kloter SUB 25, Heri Siswanto, yang memantau penyortiran menyebut tahapan berjalan lancar meski petugas masih harus mengeluarkan barang elektronik terlarang untuk penerbangan, seperti power bank, dari dalam koper bagasi. Keluarga pengantar juga dibekali tiket free pass, di mana satu jemaah berhak didampingi dua orang saat keberangkatan.
Rute dan Jadwal Penerbangan ke Tanah Suci
Dalam perjalanan menuju Surabaya, rombongan dijadwalkan singgah untuk menunaikan salat di Masjid Nasional Al Akbar sebelum masuk ke Asrama Haji Sukolilo pada pukul 18.50 WIB. Di asrama, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir dan verifikasi dokumen.
Berikut adalah Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kloter 25 Kabupaten Pacitan:
- Selasa, 28 April 2026 (18.50 WIB): Lepas landas dari Bandara Internasional Juanda (SUB) menggunakan maskapai Saudia Airlines penerbangan SV 5269.
- Rabu, 29 April 2026 (03.50 WAS): Mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
- Sabtu, 6 Juni 2026 (10.15 WAS): Fase kepulangan, lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah menggunakan pesawat Saudia Airlines SV 5278.
- Minggu, 7 Juni 2026 (03.35 WIB): Diperkirakan mendarat kembali di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.











