Dinkes Pacitan Pastikan Bakteri Jadi Penyebab Keracunan MBG Ratusan Siswa di Tegalombo

oleh -428 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengenakan seragam dinas putih di ruang kerjanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji. Pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Pacitan. (Foto: Dok. Dinkes Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan resmi merilis hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi adanya kandungan bakteri pada sampel makanan dan sumber air bersih di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sejahtera Kebondalem, menyusul kasus keracunan massal yang menimpa 158 siswa di Kecamatan Tegalombo.

Kepala Dinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menyatakan bahwa kepastian penyebab insiden ini didapatkan setelah hasil pemeriksaan dari tiga laboratorium rujukan keluar secara bertahap.

Baca juga: Dinkes Pacitan Ungkap Korban Keracunan Diduga MBG 139 Orang, 28 Diantaranya Jalani Perawatan

Berdasarkan pengujian, kontaminasi bakteri ditemukan pada dua unsur utama yang diproduksi oleh SPPG tersebut.

“Ditemukan bakteri pada sampel makanan tanggal 8, 9, dan 10 April 2026 yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Yogyakarta, bukan viru atau jamur,”kata dr. Daru Mustikoaji dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, dr Daru mengatakan menu yang terindikasi terkontaminasi antara lain sayur sawi, edamame, dan mie sayuran yang diproduksi dalam rentang 8 hingga 10 April 2026.

“Selain itu, sampel air bersih di SPPG yang diuji di Labkesda Pacitan juga menunjukkan hasil positif mengandung bakteri,”ungkapnya.

Guna memperkuat diagnosis klinis, pihak Dinkes juga telah mengirimkan sampel feses penderita ke BBLabkesmas Surabaya.

Atas temuan ini, dr. Daru merekomendasikan perbaikan total pada aspek higiene sanitasi di lingkungan SPPG, mulai dari proses pemuatan (loading) hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Hasil investigasi ini pun telah dilaporkan kepada Satgas MBG untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi nasional.

Kronologi Kejadian

Insiden memilukan ini bermula pada Kamis (9/4/2026) lalu. Total sebanyak 158 siswa dari jenjang TK hingga SMP di lima desa—yaitu Desa Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo—mengalami gejala mual, muntah, hingga diare massal usai menyantap menu harian program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kecurigaan warga awalnya mengarah pada komponen menu berupa buah melon yang terasa masam dan saus tahu.

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, menceritakan bahwa kejanggalan mulai terasa saat banyak perangkat desa terlambat rapat karena harus mengevakuasi anak-anak mereka ke fasilitas medis.

“Saya tanya, ternyata banyak yang sedang mengantar anaknya ke puskesmas. Keluhannya sama, muntah-muntah dan sakit perut setelah makan MBG,” tutur Susilo.

Hingga awal pekan ini, sebanyak 28 siswa sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pembantu Tegalombo dan RSU Medical Mandiri Pacitan sebelum akhirnya kondisi mereka dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.