Prajurit Sejati Dikenang Kembali: Kisah Jenderal Sarwo Edhie, Kakek AHY yang Mendapat Gelar Pahlawan

oleh -227 Dilihat
Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dalam upacara khidmat di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Penganugerahan ini diterima langsung oleh cucu almarhum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. (Foto: Dok. Prabowo Subianto)

Pacitanku.com, JAKARTA – Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah, secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam upacara khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

Penganugerahan ini diterima langsung oleh cucu Sarwo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

AHY, yang mewakili keluarga besar, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas penghargaan tersebut.

AHY juga menekankan bahwa gelar ini adalah pengakuan atas jasa dan pengabdian Jenderal Sarwo Edhie sebagai seorang prajurit sejati.

“Kami keluarga besar Sarwo Edhie Wibowo mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah yang telah menganugerahkan anugerah pahlawan nasional ini. Ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa atas jasa dan pengabdian beliau sebagai seorang prajurit yang kemudian menjadi salah satu tokoh Baret Merah,”kata AHY.

“Kakekku, Pahlawanku.” Momen hangat Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo bersama cucunya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang kini menjabat Menko. Takdir seorang pejuang sejati akhirnya tertulis: Sarwo Edhie dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11/2025).

Sarwo Edhie Wibowo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dalam bidang perjuangan bersenjata. Riwayat perjuangan militer beliau dimulai sejak bergabung sebagai Komandan Kompi dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) selama periode Perang Kemerdekaan (1945–1949).

Karir Sarwo Edhie berlanjut hingga memimpin Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang merupakan cikal bakal Kopassus, pada periode 1964 hingga 1967.

AHY juga mengungkap kisah takdir yang menyertai kakeknya.

“Beliau wafat pada 9 November 1989 dan dimakamkan tepat di Hari Pahlawan, seolah takdir menulis kisahnya sendiri: prajurit sejati yang berpulang di hari para pahlawan, kini dikenang kembali,” kenang AHY.

Lebih dari itu, AHY turut menyampaikan penghargaan dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dikenal juga sebagai Gubernur Akademi Militer yang telah mendidik dua putra terbaik bangsa, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengakuan Negara untuk Prajurit Sejati. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh sentral Baret Merah dan mantan komandan RPKAD (cikal bakal Kopassus), resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dalam bidang perjuangan bersenjata.

SBY yang merupakan Presiden ke-6 RI sendiri merupakan menanti dari Sarwo Edhie Wibowo sekaligus ayah dari AHY.

“Beliau menjadi Gubernur Akademi Militer cukup lama yang kemudian mencetak dua putra terbaik bangsa, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,”kata AHY.

AHY menutup sambutannya dengan mengenang pesan luhur dari almarhumah Ibu Ani Yudhoyono (putri Sarwo Edhie), yang selalu memegang kata-kata sang ayah:

 “Selalu menegakkan kebenaran di atas jalan Tuhan.”

Nilai-nilai ini, kata AHY, menjadi pengingat bagi keluarga untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.