10 Tokoh Bangsa Resmi Menyandang Gelar Pahlawan Nasional, dari Soeharto Hingga Mertua SBY

oleh -165 Dilihat
PENGHARGAAN TERTINGGI NEGARA. Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) menyerahkan piagam Pahlawan Nasional kepada ahli waris dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Dok. Prabowo Subianto)

Pacitanku.com, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh dari berbagai daerah dalam upacara khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

Penganugerahan ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 sekaligus bentuk penghargaan tertinggi negara atas jasa-jasa luar biasa yang telah diberikan para tokoh dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang dikeluarkan pada 6 November 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan negara atas dedikasi dan kontribusi tak ternilai para tokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat.

Para ahli waris hadir mewakili setiap tokoh untuk menerima gelar dan tanda penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara menyerahkan secara langsung piagam dan tanda kehormatan negara kepada masing-masing ahli waris sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasa besar yang telah diberikan oleh para pahlawan bagi bangsa dan negara.

Upacara penganugerahan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto, diikuti oleh para tamu undangan kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional.

Acara penganugerahan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting negara, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, para ketua umum partai politik, para ketua organisasi keagamaan, perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi.

Sepuluh tokoh yang dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional adalah:

  • Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), dikenal sebagai Gus Dur, tokoh bangsa yang mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam.
  • Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah), Presiden ke-2 RI yang diakui sebagai Bapak Pembangunan berkat program REPELITA yang berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras, menekan laju pertumbuhan penduduk, dan mengentaskan kemiskinan, sehingga mendapatkan pengakuan internasional. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan.
  • Almarhumah Marsinah (Jawa Timur), yang menjadi simbol keberanian moral dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan.
  • Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), tokoh yang memiliki riwayat perjuangan menonjol melalui gagasannya tentang konsep negara kepulauan yang menjadi dasar Deklarasi Djuanda tahun 1953. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Hukum dan Politik.
  • Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat), ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan yang paling menonjol dedikasinya dalam memelopori pendidikan perempuan Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Pendidikan Islam.
  • Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah), yang memulai perjuangan militer sebagai komandan kompi dalam TKR selama Perang Kemerdekaan dan memimpin pasukannya dalam berbagai pertempuran. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Bersenjata.
  • Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), yang memiliki karya besar dalam pembangunan Istana Bima, sekolah-sekolah, masjid besar, hingga Bandara Sultan Muhammad Salahuddin. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi.
  • Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), yang pemikirannya mengenai penguatan pendidikan Islam berbasis pesantren serta gagasan “Hubbul Wathan Minal Iman” (cinta tanah air sebagai bagian dari iman) menjadi fondasi ideologis perlawanan santri terhadap kolonialisme. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Pendidikan Islam.
  • Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), yang dijuluki “Napoleon dari Batak” dan memimpin Pasukan Raya di Simalungun melawan kolonialisme Belanda dengan fokus pada pertahanan kemerdekaan. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Bersenjata.
  • Almarhum Zainal Abidin Syah (Maluku Utara), yang memiliki peran krusial dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari NKRI. Beliau dianugerahi gelar dalam bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.