Mata Belekan Disebut Gejala Corona, ini Tanggapan Satgas COVID-19 Pacitan

oleh -13631 views
Ilustrasi tes Corona

Pacitanku.com, PACITAN – Penyakit belekan atau conjungtivitis mungkin sudah menjadi penalaran umum bagi masyarakat Indonesia. Namun seiring pandemi global coronavirus disease 2019 (COVID-19), mata merah seperti belekan menjadi hal yang patut diwaspadai.

Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pacitan, Rachmad Dwiyanto, mengatakan masih perlu konfirmasi dengan sejumlah ahli untuk memastikan kabar tersebut. Tentu selain dokter spesialis mata, juga dokter spesialis paru-paru.

“Saya akan pelajari dulu, apakah benar mata merah merupakan gejala klinis COVID-19,” kata Rachmad Dwiyanto, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan memang beberapa penelitian ditemukan bahwa konjungtivitis ditemukan pada penderita COVID-19.

“Tapi belum ada penelitian yang bagus yang menyebutkan konjungtivitis menjadi salah satu tanda bahwa pasien tersebut positif COVID-19. Data penelitian pasien COVID-19 yang menunjukkan konjungtivitis adalah kecil hanya 1% sampai dengan 3%,”jelasnya.

Bahkan, kata Rachmad, badan kesehatan dunia WHO dan center of desease control and prevention (CDC) belum menginformasikan dan merekomendasikan kasus tersebut.

“Penderita COVID-19 selain menjunjukan gejala umum seperti demam, batuk dan sesak nafas kadang kala juga menunjukan lima gejala yang  lain yaitu kehilangan bau dan rasa, diare, konjugtivitis, sakit kepala dan pengaruh syaraf yaitu kebingungan,”ungkapnya.

Sekedar informasi, bahwa para ilmuwan di China menemukan sebuah kondisi yang mungkin menjadi gejala penyakit COVID-19. Kondisi tersebut adalah conjunctivitis.

Conjunctivitis adalah inflamasi atau infeksi yang terdapat pada membran transparan (conjunctiva) pada mata. Ketika conjunctivitis terjadi, pembuluh darah terinflamasi sehingga menimbulkan kondisi mata merah.

Dari 38 pasien positif COVID-19, sebanyak 12 pasien mengalami conjunctivitis. Pada dua pasien, virus corona terdeteksi pada cairan mata dan hidung.

Oleh karena itu, para ilmuwan meyakini bahwa COVID-19 mungkin menular lewat air mata. Hal ini berarti virus dapat berpindah apabila seseorang yang terinfeksi mengucek mata, kemudian memegang orang lain.

Mengutip WebMD, Senin (6/4/2020), Dr Liang menyebutkan bahwa besar kemungkinan virus corona menyerang area mata pada pasien yang mengidap pneumonia akut.

Lebih parah pneumonia yang diderita, maka lebih parah pula conjunctivitis yang diderita pasien Covid-19. Simpulan ini berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada 31 Maret 2020 di JAMA Ophthalmolo.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan