Berkat Program Hamil Pintar dan Intel HIV, 2 Tenaga Kesehatan Pacitan Raih Juara Teladan Provinsi

oleh -2.253 views
Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr Riny Endrawati, Kepala UPT Puskesmas Bubakan atas prestasi Puskesmas dengan layanan paling inovatif, Senin (30/11/2015). (Foto: Pekathik Kadipaten/Humas Pemkab)
Foto Ilustrasi: Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr Riny Endrawati, Kepala UPT Puskesmas Bubakan atas prestasi Puskesmas dengan layanan paling inovatif, Senin (30/11/2015). (Foto: Pekathik Kadipaten/Humas Pemkab)
Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr Riny Endrawati, Kepala UPT Puskesmas Bubakan atas prestasi Puskesmas dengan layanan paling inovatif, Senin (30/11/2015). (Foto: Pekathik Kadipaten/Humas Pemkab)
Foto Ilustrasi: Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr Riny Endrawati, Kepala UPT Puskesmas Bubakan atas prestasi Puskesmas dengan layanan paling inovatif, Senin (30/11/2015). (Foto: Pekathik Kadipaten/Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Berkat inovasi program “Hamil Pintar” dan “Intel HIV” dua tenaga kesehatan dari Kabupaten Pacitan, yakni Rini Endrawati dan Febriyan berhasil mendapatkan prestasi juara teladan  tingkat Provinsi Jawa Timur. Rini Endrawati sendiri mewakili kategori dokter dan Febriyan mewakili unsur tenaga penyuluh kesehatan.

Dalam keterangannya saat berbincang dengan Program Spirit Pagi Radio Suara Pacitan (RSP), Rabu (31/5/2017) pagi dikutip dari Pacitankab.go.id, Rini menuturkan bahwa kompetisi ini merupakan agenda rutin Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dikatakan dokter kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah ini, pada 2017 Kabupaten Pacitan mengirimkan empat nominator ke ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut. Selain nama dr Rini dan Febriyan ada dua tenaga kesehatan lain yang dinominasikan. Yakni seorang perawat asal Puskesmas Sudimoro dan bidan dari Kecamatan Kebonagung.




“Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wabup, Dinas Kesehatan, Forum Peduli Kesehatan, warga masyarakat, dan semua pihak yang atas perhatian dan dukungan terhadap program di Puskesmas Bubakan,”kata perempuan yang juga Kepala Puskesmas Bubakan ini.

Rini dan Febriyan sendiri saat ini bertugas  Puskesmas Bubakan, Kecamatan Tulakan. Dia mengatakan salah satu poin penilaian adalah inovasi peningkatan layanan kesehatan di puskesmas yang ia pimpin dalam empat tahun terakhir.

Terobosan itu sekaligus mengantarkan Puskesmas Bubakan menjadi yang terbaik se-Kabupaten Pacitan. Selama dua tahun berturut-turut sejak 2015, puskesmas di wilayah timur tersebut dinobatkan sebagai puskesmas inovatif.

Saat ini, puskesmas tempatnya bekerja selama ini memiliki beberapa inovasi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Antara lain Hamil Pintar dan Intel HIV. Hamil Pintar merupakan terobosan membangun kesadaran ibu hamil memeriksakan diri ke Puskesmas.

Alasannya, selama puluhan tahun angka kunjungan ibu hamil sangat rendah. Pun saat menginjakkan kaki pertama kalinya di Puskesmas Bubakan tahun 2013, dr Rini belum mendapati pemeriksaan sesuai standar.

“Itu yang memotivasi saya untuk membuat inovasi agar seluruh ibu hamil di wilayah kami paham akan semua pemeriksaan kehamilan yang harus mereka dapatkan,”katanya.

Sementara, dalam implementasi inovasi Intel HIV, lanjut Rini, pihaknya berupaya membangun pemahaman masyarakat terhadap sindroma penurunan kekebalan tubuh tersebut. Ini dimulai dari tahap mengenali kelompok berisiko menularkan virus HIV. “Intel HIV ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menangani kasus yang ada di wilayah kami,”tukasnya.

Selama empat tahun terakhir, angka penderita HIV di wilayah Puskesmas Bubakan mencapai 43 orang. Jumlah tersebut adalah tertinggi di Kabupaten Pacitan.  Angka sebanyak itu sebagian besar diketahui melalui peran Intel HIV.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap penyakit tersebut cukup tinggi. Ini ditandai tidak adanya lagi stigma negatif terhadap golongan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Tidak itu saja, keberadaan ODHA juga diberdayakan dengan memberikan bantuan stimulan.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati inovasi kami. Karena jika demikian halnya berarti program kesehatan yang ada benar-benar menyentuh masyarakat,”pungkasnya.

Pewarta: Purwo S/LPPL Radio Suara Pacitan
Editor: Dwi Purnawan