Pemkab akan Segera Selesaikan Persoalan Kepadatan Parkir Goa Gong

oleh
Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)
Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)
Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)
Priyo Dharmawan melihat keindahan Goa Gong. (Sumber Foto: Facebook Priyo Dharmawan)

Pacitanku.com, PUNUNG – Objek wisata Gua Gong Pacitan memang menjadi primadona bagi wisatawan. Sayangnya, hal itu menimbulkan masalah. Membludaknya kendaraan wisatawan rupanya tidak cukup tertampung di lahan parkir yang tersedia.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) merencanakan penambahan lahan parkir di tahun ini. ‘’Harapannya bisa menyelesaikan masalah kepadatan parkir di objek wisata Gua Gong,’’ kata Kepala Disparpora Pacitan, Endang Surjasri, baru-baru ini.

Endang menuturkan, selama ini, lahan parkir yang terbatas di Gua Gong memang banyak dikeluhkan wisatawan. Awalnya, hanya ada satu lahan parkir di objek wisata yang terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung itu. Luasannya sekitar 200 meter persegi.




Namun, kian lama terus terjadi peningkatan jumlah kunjungan. Peningkatan signifikan biasanya terjadi ketika musim liburan. Jumlah wisatawan minimal mencapai 30 ribu. Sementara ketika hari biasa, per bulan rata-rata mencapai sembilan ribu kunjugnan. ‘’Sebab memang sudah dikenal luas. Dan termasuk objek wisata yang paling lama dibuka di Pacitan,’’ terangnya.

Disparpora sebelumnya sempat menambah lahan parkir. Perluasan lahan parkir dibuka di barat pintu masuk Gua Gong. Luasannya mencapai satu kilometer persegi. Lahan tersebut banyak digunakan untuk kendaraan minimal roda empat seperti mobil, minibus, dan bus. Namun ternyata, itupun masih kurang. ‘’Kami bahkan pernah mendapat laporan, lahan parkir sudah penuh ketika baru pukul 09.00,’’ katanya.

Tahun ini, keluhan wisatawan pun dapat terealisasi. Seiring dengan peningkatan tarif retribusi masuk Gua Gong, Disparpora bakal menambah lahan parkir dengan luasan dua kilometer persegi. Saat ini, proses perluasan lahan parkir sudah memasuki tahap pembebasan lahan.

Ditargetkan, tahun ini lahan parkir baru tersebut rampung dan siap dibuka menampung kendaraan wisatawan. ‘’Kami ingin agar segera terealisasi di awal-awal tahun. Agar kenaikan tarif retribusi nanti juga dapat berdampak,’’ ujar Endang. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun