Sakundoko: Pacitan Masih Kekurangan 651 Guru Kelas dan 80 Guru Agama

oleh -Dibaca 1.462 kali
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Foto Ilustrasi: Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Jelang awal tahun ajaran baru, Kabupaten Pacitan masih menyisakan polemik di dunia pendidikan, yakni kekurangan tenaga pendidik atau guru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan, setidaknya, hingga pertengahan Juni 2015, Pacitan masih kekurangan banyak guru kelas dan guru agama. “Dari kebutuhan sebanyak 1886 guru, masih terjadi kekurangan sebesar 651 guru, selain itu untuk guru agama, dari 245 kebutuhan, baru ada 165 guru atau kurang 80 guru,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam pengukuhan kepala sekolah di Pendopo Pemkab Pacitan, Kamis (18/6) kemarin.

Prosesi pengukuhan 44 guru yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah tersebut berdasarkan SK Bupati Pacitan, No. 188.45/452/KPTS/408.21/2015.

Sakundoko menggarisbawahi bahwa kekurangan guru tersebut bukan hanya terjadi di Pacitan, melainkan menjadi isu nasional saat ini. “Di beberapa kabupaten/kota lain juga mengalami hal serupa, sebab rekrutmen terbesar pengangkatan CPNS berasal dari tenaga honorer daerah kategori satu dan dua, belum ada rekrutmen CPNS dari jalur umum,” jelasnya.

Selain menyoroti kekurangan guru di Pacitan, Sakundoko juga menyoroti rendahnya minat pelaku pendidikan jenjang TK dan SD untuk bisa diangkat sebagai guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah di Kecamatan Bandar. Dimana menurut Sakunoko, masalah tersebut akan berdampak kurang sehatnya kinerja organisasi.

“Saat ini memang lagi terjadi kekosongan calon kepala sekolah, khususnya di Kecamatan Bandar, sebab sesuai data, tahun ini butuh 2 kepala sekolah. Kebutuhan itu terus berlanjut hingga tahun 2018 nanti, tahun ini butuh 2, tahun depan satu, tahun 2017 butuh empat dan Tahun 2018 butuh 2,” paparnya.

Masalah lain yang muncul adalah kekurangan pengawas di Pacitan. “Pengawas TK misalnya, dari 24 kebutuhan, baru ada 14 pengawas, sehingga masih ada kekurangan 10 pengawas, dari kebutuhan sebanyak 36 pengawas, tersedia 42 pengawas, namun kita mengalami kelebihan untuk pengawas sekolah dasar sebanyak enam,” tutupnya. (yun/RAPP002)