Camat Tegalombo, Edi Wasono, menjelaskan bahwa “Murwokolo” secara harfiah bermakna menghilangkan “sengkala” atau kotoran-kotoran yang melekat.
Pacitanku
“Nawung Kridha” Bawa SMKN 1 Donorojo Wakili SMKN se-Pacitan di Festival Ronthek 2025
Dengan mengusung karya berjudul “Nawung Kridha”, sekolah ini menampilkan perpaduan seni, budaya, dan kearifan lokal yang mendalam.
Filosofi “Rubuh Siji Tuwuh Siji” Bawa Sudimoro Tampil Oke di Festival Ronthek Pacitan 2025
Dan tahun ini, Desa Gunungrejo, Kecamatan Sudimoro, tampil memukau dengan mengangkat kearifan lokal “Sopo sing Negor siji wajib nandur siji” atau dikenal juga sebagai “rubuh siji tuwuh siji”.
Kisah Dokter Gaza Sentuh Ratusan Hati Warga Pacitan
Dua pemateri utama, dr. Renaldi, Sp.An. dan dr. Nurhidayat, Sp.Rad., secara langsung membagikan kisah nyata perjuangan tenaga medis di Gaza.
Demokrat Gelar Retreat di Pacitan, AHY Pimpin Kontemplasi Pasca-Pemilu 2024 Bersama SBY
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara langsung membuka kegiatan yang berfokus pada kontemplasi dan evaluasi agar partai tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Nawangan Usung Tema “Bersih Kali” di Festival Ronthek Pacitan 2025: Perkuat Tradisi dan Lingkungan
Tema ini bukan sekadar representasi seni, tetapi juga bentuk kepedulian mendalam terhadap kebersihan sungai yang menjadi sumber utama kebutuhan air bersih masyarakat setempat.
Merunut Kisah Ki Wonopolo: Festival Kapyuran Ngadirojo Lestarikan Warisan Sejarah dan Spiritual
Batoro Katong menugaskan Kyai Bandung dan Sanjoyo Rangin untuk membuka lahan hutan di daerah Lorok.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













