Ensiklopedia Sejarah Pacitan Merambah Nusantara, Targetkan Perguruan Tinggi Jadi Pusat Kajian

oleh -107 Dilihat
Buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Jilid I, II, dan III karya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.
Sampul Buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri yang kini didistribusikan ke berbagai perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Indonesia sebagai upaya memperluas literasi sejarah Kabupaten Pacitan.

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan memperluas jangkauan literasi sejarah daerah dengan mendistribusikan Buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Jilid I, II, dan III.

Distribusi itu dilakukan ke berbagai wilayah di Indonesia hingga ke sejumlah perguruan tinggi terkemuka demi menjaga kelestarian aset sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.

Pendistribusian buku sejarah ini telah menjangkau lintas pulau, mulai dari Pulau Jawa hingga kawasan Indonesia Timur.

Beberapa daerah yang menjadi sasaran penerima di antaranya Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Gresik, Surabaya, Bangkalan, Situbondo, Lampung Barat, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, hingga Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara.

Selain pemerintah daerah, sejumlah universitas juga menjadi target utama distribusi sebagai referensi akademik formal.

Kampus-kampus tersebut meliputi STKIP PGRI Pacitan, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan, Universitas Negeri Malang, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Langkah strategis ini diambil untuk mendorong lahirnya kajian-kajian ilmiah baru mengenai sejarah dan kebudayaan Pacitan di lingkungan akademisi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menegaskan bahwa program pengarsipan dan publikasi ini merupakan agenda rutin yang sangat vital bagi identitas daerah.

“Setiap tahun kami berupaya menerbitkan satu buku. Tujuan utamanya adalah mengamankan sekaligus mengarsipkan aset sejarah Kabupaten Pacitan agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan dituangkan dalam bentuk buku, sejarah dan warisan budaya Pacitan akan menjadi memori kolektif masyarakat yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang,”kata Amat, Jumat (26/6/2026) di Pacitan.

Meskipun volume pencetakan saat ini masih terbatas akibat penyesuaian anggaran dan ketersediaan stok, karya referensi ini dipastikan telah memiliki legalitas kuat.

Seluruh jilid ensiklopedia tersebut sudah mengantongi ISBN, tercatat resmi sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta telah masuk ke dalam koleksi resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Sebagai keberlanjutan program pelestarian ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan kini tengah menggodok naskah buku terbaru berjudul “Torehan Peradaban Dunia Pacitanian” yang dijadwalkan terbit pada tahun 2026.

Buku tersebut diproyeksikan menjadi media edukasi global mengenai nilai penting Peradaban Pacitanian yang telah mendapatkan perhatian internasional dan pengakuan dari UNESCO.

Melalui konsistensi ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap kekayaan arkeologi dan sejarah lokal dapat terus hidup dalam ingatan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Pacitan di peta sejarah nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.