Pacitanku.com, PACITAN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho Supardi Putra, menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi menjadi beban Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata, melainkan tanggung jawab bersama melalui sinergi pentahelix.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Dialog Interaktif Lingkungan Hidup di Parai Beach Resort Pacitan, Rabu (3/6/2026), sebagai langkah nyata mengatasi kompleksitas limbah domestik akibat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Acara lintas sektoral bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Pacitan” ini mengolaborasikan unsur pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas, hingga media.
Dialog ini diikuti oleh sekitar 400 peserta yang mayoritas mengikutinya secara daring melalui aplikasi Zoom, baik dari unsur instansi pemerintahan, satuan pendidikan, hingga swasta dan komunitas.
Dalam arahannya, Heru Wiwoho menjelaskan bahwa pertambahan jumlah penduduk dan geliat pariwisata di Pacitan berdampak langsung pada lonjakan volume timbulan sampah harian.
Oleh karena itu, penanganan ego sektoral harus ditinggalkan demi keberlanjutan lingkungan.
“Permasalahan sampah ini sebetulnya menjadi tantangan kita semua bersama dan perlu perhatian serius dari seluruh pihak, jadi bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup,”kata Heru Wiwoho di hadapan ratusan peserta dialog.
Ia menambahkan, keterlibatan lima pilar dalam konsep pentahelix harus berjalan secara proporsional agar mampu menghasilkan dampak yang signifikan di lapangan.
“Konsep pentahelix sesuai dengan tema tadi menjadi pendekatan strategis untuk membangun sinergi antarunsur, mulai dari pemerintah, kemudian akademisi perguruan tinggi, kemudian dunia usaha, komunitas masyarakat, dan yang terakhir adalah media,” terangnya.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan telah membangun berbagai fasilitas pengelolaan limbah, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah.
Namun, Heru mengingatkan bahwa seluruh fasilitas tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dan kepedulian dari masyarakat luas.
Di akhir penjelasannya, Sekda Pacitan berharap forum dialog ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial belaka. Ia menuntut adanya output konkret berupa perumusan kebijakan terpadu yang dapat segera diimplementasikan secara taktis di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.
“Melalui forum dialog ini saya berharap bisa terbangun komunikasi yang konstruksif, pertukaran gagasan serta rumusan solusi yang aplikatif guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Pacitan,”pungkas Heru.









