Tampil Unik, Grup Ronthek Tulakan Angkat Sejarah dengan Properti Bebek Bambu di Festival Ronthek Pacitan 2026

oleh -164 Dilihat
Penampilan kesenian ronthek Desa Nglaran menggunakan properti bebek dari anyaman bambu di Festival Ronthek 2026.
Kontingen Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, saat membawakan karya ronthek bertajuk "Sedoyo Titah" lengkap dengan properti bebek dari anyaman bambu pada hari kedua Festival Ronthek 2026, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITANDesa Nglaran, Kecamatan Tulakan, sukses memukau penonton dengan penampilan kesenian ronthek bertajuk “Sedoyo Titah” pada hari kedua Festival Ronthek Pacitan 2026, Sabtu (18/7/2026).

Penampilan atraktif yang melibatkan 60 peserta ini mengangkat kisah sejarah pembabat alas desa, Ki Ageng Pule dan Ki Panjirangin, yang dikemas secara unik menggunakan properti khas berupa bebek dari anyaman bambu.

Kepala Dusun Nglaran, Resi, mengatakan tema sejarah tersebut dipilih untuk mengenang cikal bakal berdirinya Desa Nglaran, dari sebuah kawasan hutan hingga menjadi permukiman yang harmonis.

“Dari Desa Nglaran, kami mengusung konsep Ki Ageng Pule dan Ki Panjirangin. Mereka adalah tokoh yang membabat alas Desa Nglaran. Properti bebek kami pilih karena bebek merupakan binatang peliharaan sekaligus binatang kesayangan Ki Panjirangin,”kata Resi.

Penampilan kesenian ronthek Desa Nglaran menggunakan properti bebek dari anyaman bambu di Festival Ronthek 2026.
Kontingen Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, saat membawakan karya ronthek bertajuk “Sedoyo Titah” lengkap dengan properti bebek dari anyaman bambu pada hari kedua Festival Ronthek 2026, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Keunikan utama dari kontingen Desa Nglaran ini terletak pada komitmen mereka menggunakan bahan-bahan alami. Seluruh properti dan kostum diproduksi secara mandiri oleh warga tanpa menggunakan styrofoam.

“Properti yang paling khas adalah bebek dari anyaman bambu. Kami tidak menggunakan styrofoam. Mulai dari bebek sampai properti lainnya dibuat sendiri. Kostumnya juga kami buat sendiri, mulai menjahit, memilih kain, sampai menggunakan batok kelapa, kulit pucung, dan bambu. Tidak ada yang menyewa,” jelasnya.

Penampilan yang memadukan gerakan tari yang padu dengan alunan musik bambu ronthek ini dipersiapkan secara matang selama kurang lebih satu setengah bulan. Proses latihan tersebut didampingi langsung oleh pelatih seni profesional.

“Pesertanya sekitar 60 orang, mulai pemain ronthek, penari, properti, sampai gamelan. Untuk pelatih, kami mengambil satu komunitas dari Jogja, meskipun anggotanya ada yang berasal dari Solo dan Madura,”imbuh dia.

Kendati pada awal masa latihan warga sempat mengalami kesulitan karena belum terbiasa memainkan alat musik ronthek, intensitas latihan dan semangat gotong royong warga mampu mengatasi hambatan tersebut hingga tampil maksimal pada hari pelaksanaan.

Resi berharap pelestarian budaya melalui karya seni yang menyimbolkan kesederhanaan dan keharmonisan manusia dengan alam ini dapat terus memberikan dampak positif secara ekonomi.

“Harapan kami semoga ronthek tahunan ini tetap berjalan dengan lancar, semakin sukses, tetap menjadi agenda tahunan yang memotivasi masyarakat, serta dapat menambah geliat UMKM,” pungkasnya.

LIVE STREAMING RELAY: Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari ke-2 | 18 Juli 2026

No More Posts Available.

No more pages to load.