Pacitanku.com, PACITAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan sukses memukau penonton dalam ajang Festival Ronthek 2026 yang digelar di Jalan Jaksa Agung Suprapto, depan Kantor Bupati Pacitan, Sabtu (18/7/2026).
Kontingen ini tampil cukup kompak, perpaduan antara gerakan tari, musik ronthek dan properti yang menarik.
Mewakili jenjang Madrasah Aliyah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, kontingen ini mengusung tema “Pring Sejati” dengan melibatkan 120 peserta untuk menyampaikan pesan tentang ketangguhan dan persatuan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN Pacitan, Bambang, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasari oleh kedekatan filosofis tanaman bambu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Ronthek MAN Pacitan yang mewakili MA di bawah Kementerian Agama Pacitan mengambil tema Pring Sejati. Filosofi pring atau bambu ini memiliki banyak makna, termasuk kuat ketika berkembang dan tidak lekang diterpa cuaca, angin, ataupun badai. Tetap kokoh. Kami mengambil tema ini karena memiliki nilai filosofis yang sejati untuk disampaikan kepada masyarakat,”kata Bambang.
Penampilan sarat makna ini diwujudkan melalui harmoni tabuhan ronthek, tarian, dan syair yang mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, bersikap rendah hati, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Secara keseluruhan, rombongan didukung oleh 63 pemain inti yang terdiri dari peronthek, penabuh, dan penari. Jumlah tersebut menggenap menjadi 120 orang berkat dukungan penuh dari pengurus OSIS, ekstrakurikuler jurnalistik, Palang Merah Remaja (PMR), serta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Lebih lanjut, Bambang memaparkan bahwa persiapan penampilan memakan waktu sekitar 20 hari. Latihan terpaksa dilakukan secara intensif di tengah masa libur sekolah dengan menggandeng pelatih dari Sanggar Pranoto, Barean.
“Tantangan sebenarnya adalah waktu yang sangat singkat. Kemudian kegiatan ini berlangsung saat masa liburan, sehingga anak-anak yang menjadi peserta praktis tidak menikmati libur karena fokus mengeksplorasi bakat dan seni mereka,”ungkapnya.
Ke depan, pihak madrasah berharap penyelenggaraan Festival Ronthek terus dievaluasi secara berkala oleh pihak panitia. Bambang secara khusus menyoroti pentingnya penyesuaian jadwal dan alokasi waktu penampil.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi bahan evaluasi, terutama terkait waktunya. Keterlibatan peserta didik di awal tahun ajaran juga perlu menjadi perhatian. Selain itu, kami berharap panitia bisa memberikan ruang yang lebih longgar, misalnya mengurangi jumlah penampil setiap malam sehingga setiap peserta memiliki waktu lebih maksimal untuk berekspresi dan penonton juga bisa menikmati pertunjukan dengan lebih baik,”pungkas Bambang.
LIVE STREAMING RELAY: Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari ke-2 | 18 Juli 2026










