Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menghadirkan wajah baru dalam pergelaran Festival Ronthek Pacitan (FRP) 2026 yang kembali masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN).
Tahun ini, penyelenggara mengembalikan marwah seni ronthek sebagai pertunjukan berjalan agar atraksi budaya tersebut dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di sepanjang rute kota, bukan sekadar terpusat di satu titik panggung.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, Adetya Wicaksana Putra, menjelaskan bahwa perubahan konsep ini adalah pembaruan utama dalam FRP tahun ini.
Rute panggung berjalan tersebut akan membentang mulai dari depan SMP Negeri 2 Pacitan hingga kawasan simpang Penceng.
“Konsep ini kami siapkan untuk mengembalikan marwah Festival Ronthek sebagai pertunjukan berjalan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kreativitas setiap kelompok peserta di sepanjang rute festival,”kata Adetya, Sabtu (4/7/2026) di Pacitan.
Baca juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Festival Ronthek Pacitan 2026, Cek Hari Tampil Tim Favoritmu di Sini!
Adetya menambahkan, festival akan memiliki dua titik utama (venue) yang dikhususkan untuk penilaian dewan juri, yakni di titik keberangkatan (start) dan garis akhir (finish).
Selain menyuguhkan format pertunjukan baru, kepesertaan FRP 2026 juga dibuat lebih terarah. Kategori umum akan diikuti oleh perwakilan kelompok ronthek dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan.
Sementara itu, untuk memastikan regenerasi seniman, panitia menghadirkan kategori pelajar tingkat menengah atas (SMA, SMK, MA, dan SRMA), yang juga menjadi salah satu indikator kurasi KEN pada masa mendatang.
Untuk menambah semarak pergelaran, festival ini akan diwarnai sejumlah penampilan ekshibisi. Beberapa di antaranya adalah Festival Kostum Pelajar dan penampilan kelompok ronthek tingkat SMP yang ditujukan sebagai wadah pembinaan seni tradisi sejak dini.
Sebagai langkah persiapan teknis, Disparbudpora Pacitan hari ini telah menggelar rapat koordinasi pengamanan bersama instansi vertikal, unsur pengamanan, dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sinergi ini dibangun untuk memastikan kelancaran ajang berskala nasional tersebut.
Lebih dari sekadar pentas seni, FRP 2026 juga menghadirkan ekosistem ekonomi kreatif.
Pengunjung dapat menikmati sajian kuliner dan produk lokal di Pasar Krempyeng, serta mengunjungi Gubuk Rontek yang difungsikan sebagai laboratorium edukasi dan apresiasi kerajinan bambu.
Melalui berbagai pembaruan ini, Festival Ronthek Pacitan 2026 diharapkan mampu mengukuhkan identitas Pacitan sebagai daerah yang kaya akan tradisi, sekaligus menjadi magnet pariwisata yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.













