Dede Yusuf Puji Kreativitas UMKM Pacitan: Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Kuliner Penghasil Rupiah

oleh -130 Dilihat
Dede Yusuf makan soto batok di Pacitan
Anggota DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat menikmati hidangan unik Soto Ayam Batok di Pacitan, Jawa Timur, di sela-sela tugasnya memberikan materi Bimtek Nasional DPRD. (Foto: Dok. Instagram Dede Yusuf)

Pacitanku.com, PACITAN — Anggota DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, mengapresiasi inovasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pacitan, Jawa Timur, yang berhasil mengubah limbah batok kelapa menjadi daya tarik kuliner bernilai ekonomis.

Apresiasi tersebut disampaikannya dalam unggahannya di instagram saat menikmati sarapan unik di warung Soto Bathok 99, di sela-sela kunjungan kerjanya ke daerah berjuluk Kota 1001 Goa tersebut.

Kunjungan Dede adalah dalam rangka menjadi narasumber Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini menilai, penggunaan batok kelapa sebagai mangkuk hidangan bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan wujud nyata bergeraknya roda industri kreatif di tingkat daerah.

“Kali ini saya nyobain makan Soto Ayam Batok yang khas dan unik di Pacitan, dalam rangka mengisi materi Bimtek Nasional DPRD,”kata Dede Yusuf dikutip dari akun Instagramnya.

Kesibukan pegawai meracik pesanan di bawah spanduk warung Soto Bathok 99 Pacitan.
Suasana kesibukan pegawai saat menyiapkan pesanan pelanggan di warung Soto Bathok 99, Pacitan, Jawa Timur. Warung ini menawarkan pengalaman kuliner unik dan tradisional dengan menyajikan soto ayam serta es buah menggunakan mangkuk dari daur ulang limbah batok kelapa. (Dok. Dede Yusuf)

Menurut legislator Partai Demokrat ini, langkah yang diambil oleh pelaku UMKM tersebut merupakan contoh cerdas dalam memanfaatkan barang bekas.

Batok kelapa yang umumnya dibuang dan menjadi sampah, kini justru memiliki nilai tambah dan menjadi daya pikat utama bagi konsumen.

“Saya suka ide kreatif begini, menjadikan barang daur ulang menjadi penghasil rupiah. Artinya, satu batok kelapa yang biasanya dibuang, ini dimanfaatkan untuk mencari uang,” jelas tokoh yang juga dikenal sebagai aktor kawakan tersebut.

Selain inovasi pada wadah makanan, Dede juga menyoroti variasi menu lain seperti es buah yang turut disajikan di dalam batok kelapa.

Menurutnya, dalam dunia bisnis kuliner saat ini, para pelaku usaha tidak hanya dituntut untuk menyajikan rasa masakan yang lezat, tetapi juga harus mampu menawarkan kekhasan dan kreativitas.

Dede berharap inovasi daur ulang yang dilakukan oleh pengusaha soto di Pacitan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di daerah lain untuk terus menggali potensi ekonomi dari barang-barang di sekitarnya.

“Ini salah satu contoh bahwa kalau kita mau efisiensi, kita harus kreatif, kita harus produktif,” pungkas pria yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.