Sinergitas Tiga Pilar Desa Nogosari Tembus Lomba Tingkat Nasional Lewat Inovasi Trisula Naga dan E-Thitir

oleh -155 Dilihat
Tiga Pilar Desa Nogosari Pacitan bersama warga
Kekompakan Tiga Pilar Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan yang sukses melaju ke Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional berkat implementasi nyata program inovasi pelayanan publik Trisula Naga dan E-Thitir. (Foto: Sudarsono/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Keberhasilan merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui sinergi tanpa batas membawa Tiga Pilar Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, sukses menyabet Juara 1 tingkat Polda Jawa Timur.

Kemenangan prestisius ini sekaligus menjadi tiket resmi bagi Desa Nogosari untuk mewakili provinsi dan bersaing di ajang bergengsi Lomba Tiga Pilar Nasional dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara.

Pencapaian gemilang di panggung Lomba Tiga Pilar Nasional ini bukanlah hasil kerja semalam atau sekadar persiapan instan menjelang kompetisi.

Rahasia utama di balik kesuksesan tersebut justru terletak pada fondasi kemitraan yang solid dan berkesinambungan antara Pemerintah Desa (Pemdes) Nogosari, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Lebih dari sekadar koordinasi formal, sinergi Tiga Pilar Desa Nogosari berhasil melahirkan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang amat responsif, yakni program Trisula Naga dan E-Thitir.

Melalui sistem ini, pemeliharaan Kamtibmas dan tindak lanjut aduan warga dapat dilakukan dengan sangat cepat, tepat, dan transparan.

Bhabinkamtibmas Desa Nogosari, Briptu Purwobayu Panuntun, menjelaskan bahwa terobosan inovasi desa tersebut menuntut komitmen dan tanggung jawab penuh dari para aparatur di tingkat akar rumput.

“Program itu adalah aplikasi pelaporan masyarakat. Sewaktu-waktu masyarakat dapat melaporkan langsung kepada kami, dan kami harus segera bertindak cepat untuk menyelesaikan keluhan masyarakat,” ungkap Briptu Purwobayu, Jumat (12/6/2026) di Ngadirojo.

Buktinya, jadwal kompetisi menuju Lomba Tiga Pilar Nasional yang sangat padat—dengan jeda seleksi yang sangat singkat dari tingkat kabupaten hingga provinsi—tidak menjadi hambatan.

Hal ini mengonfirmasi bahwa program keamanan yang diusung memang telah menjadi rutinitas keseharian masyarakat, bukan sekadar etalase lomba.

Kepala Desa Nogosari, Trina Subagiya, menegaskan bahwa tidak ada rekayasa sistem atau manipulasi data demi mengejar penilaian juri.

“Persiapan kita sebelum lomba sudah berjalan. Jadi kita sudah menjalankan. Waktu lomba kita hanya berjalan sesuai yang sudah kita jalankan sebelumnya. Tidak ada manipulasi untuk mengolah data. Kita lomba ya apa adanya sesuai yang ada di desa kami,” tegas Trina.

Selain inovasi layanan, nilai jual tertinggi yang mengharumkan nama Tiga Pilar Desa Nogosari adalah kedekatan emosional tanpa sekat birokrasi. Harmonisasi natural ini secara perlahan mengikis jarak antara aparat hukum, aparatur negara, dan masyarakat sipil.

“Biasanya masyarakat itu kalau ndak dekat memanggil ‘Pak Polisi’. Tapi kalau di Nogosari ndak lagi, langsung ‘Pak Bayu’. Sama Babinsa pun bukan ‘Pak Tentara’, tapi ‘Pak Kedir’. Memang di sini kami tekankan jangan sampai ada rasa sungkan, karena rasa sungkan itu bisa menjadi penyekat kita untuk semua informasi atau permasalahan yang mau disampaikan,”papar sang Kades.

Tentu saja, jejak keberhasilan menuju Lomba Tiga Pilar Nasional ini tidak lepas dari dorongan kuat Pemerintah Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, dan Kodim 0801/Pacitan yang selalu mengawal jalannya kolaborasi di tingkat desa.

No More Posts Available.

No more pages to load.