Asa Baru ODGJ Pacitan: Menjemput Kesembuhan Tanpa Pasung di Tangan Ipda Purnomo

oleh -102 Dilihat
Penyerahan pasien ODGJ dari Kapolres Pacitan kepada Ipda Purnomo di Graha Bhayangkara.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar bersama Ipda Purnomo saat prosesi pemberangkatan tiga warga ODGJ ke Lamongan di Gedung Graha Bhayangkara, Jumat (22/5/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITANPolres Pacitan resmi memberangkatkan tiga warga penderita Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah sakit selama puluhan tahun untuk menjalani rehabilitasi intensif di yayasan milik Ipda Purnomo, Lamongan, Jumat (8/5/2026).

Aksi ini digelar sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan mental masyarakat di wilayah hukumnya.

Ketiga pasien yang diberangkatkan adalah Triningsih (38) dari Desa Kembang Pacitan, Jemiran (47) dari Desa Hadiwarno Ngadirojo, dan Sumadi (47) dari Desa Ketanggung Sudimoro.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Gedung Graha Bhayangkara Polres Pacitan dengan pendampingan dari pihak keluarga serta pemerintah desa masing-masing.

Pemerintah Desa Ketanggung, Sudimoro, Suyono menaruh harapan besar pada tim Ipda Purnomo setelah salah satu warganya, Sumadi (47), yang telah puluhan tahun mengalami gangguan jiwa dan berulang kali gagal dalam perawatan medis konvensional, resmi diberangkatkan ke Lamongan pada Jumat siang.

Sumadi, tercatat telah mengalami gangguan jiwa kronis dan sebelumnya sudah tiga kali dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) di Lawang dan Solo, namun belum membuahkan hasil signifikan.

“Keluarganya itu, anak itu sering ngamuk sama keluarga, akhirnya disendiri (dipisah rumah). Awal-awal sudah berusaha banyak, termasuk berobat ke Lawang dua kali, ke Solo juga sudah. Terakhir di panti Ponorogo 6 bulan. Mudah-mudahan ini nanti bisa berhasil sesuai dengan harapan keluarga,”kata Kepala Desa Ketanggung, Suyono.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menyatakan bahwa langkah ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara kepolisian, Dinas Kesehatan, serta laporan langsung dari masyarakat.

“Alhamdulillah kita bisa membawa kawan-kawan kita, saudara-saudara kita yang mengalami gangguan kejiwaan sebanyak tiga orang. Harapannya, mereka bisa dikembalikan secepat mungkin dalam keadaan sehat dan bisa bergabung kembali dengan masyarakat untuk bekerja secara normal,”kata AKBP Ayub.

Sementara itu, Ipda Purnomo, yang dikenal luas melalui aksi kemanusiaannya, menjelaskan bahwa di yayasannya para pasien tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga pendekatan spiritual dan pelatihan keterampilan.

“Di sana ada dokter, psikiater, psikolog, juga ada tim ruqyah. Pasien tidak boleh dipasung, kami ajak berbaur dengan kegiatan bercocok tanam dan pelatihan. Saya mohon doanya mudah-mudahan semuanya cepat pulih,”kata Ipda Purnomo.

Keberhasilan yayasan ini dalam menangani pasien ODGJ asal Pacitan telah terbukti.

Sebelumnya, Yayasan Berkah Bersinar Abadi telah berhasil menyembuhkan dan memulangkan lima orang warga asal Pacitan yang sebelumnya mengalami gangguan kejiwaan.

Salah satu pasien terbaru yang berhasil dipulangkan ke  keluarganya usai menjalani rehabilitasi adalah Joko Nuryanto.

No More Posts Available.

No more pages to load.