Pengalaman Pahit Masa Lalu, Kini Syaiul Ma’ruf Bangun Klinik Edukasi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

oleh -102 Dilihat
Syaiul Ma’ruf pendiri Zenkids memberikan edukasi tumbuh kembang anak kepada guru IGTKI di Donorojo Pacitan.
Syaiul Ma’ruf (Mas Paul) saat menjelaskan pentingnya pendidikan inklusif dan layanan terapi anak dalam acara sosialisasi di Balai Desa Gedompol, Donorojo, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO — Pengalaman pahit masa kecil tidak membuat Syaiul Ma’ruf menyerah pada keadaan. Pria yang akrab disapa Mas Paul itu justru menjadikan keterbatasan sebagai semangat untuk membantu anak-anak istimewa dan penyandang disabilitas agar memperoleh hak tumbuh dan belajar yang layak.

Kini, Paul bersama istri mendirikan Zenkids, sebuah klinik layanan edukasi kesehatan dan tumbuh kembang anak yang fokus mendampingi anak-anak istimewa, anak berkebutuhan khusus, serta para orang tua dan guru di Pacitan.

Kisah hidup Paul sendiri tidaklah mudah. Dalam sebuah kegiatan sosialisasi edukasi tumbuh kembang anak di Balai Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Sabtu (9/5/2026), ia menceritakan bagaimana dirinya pernah mengalami masa kecil penuh keterbatasan.

Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak Zenkids di Donorojo Pacitan
Syaiul Ma’ruf pendiri Zenkids memberikan edukasi tumbuh kembang anak kepada guru IGTKI di Donorojo Pacitan.

“Saya sendiri juga seorang disabilitas, fisik saya tidak sempurna. Dulu TK sampai kelas 6 SD saya belum bisa berjalan,”katanya di hadapan puluhan guru TK anggota IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) Kecamatan Donorojo.

Saat itu, fasilitas terapi maupun layanan tumbuh kembang anak belum tersedia seperti sekarang. Setiap hari ia harus diantar jemput orang tua untuk bersekolah dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer dari rumahnya di Tulakan.

“Dulu belum ada klinik terapi seperti sekarang. Jadi memang perjuangan orang tua. Saya dilatih berjalan pelan-pelan sampai akhirnya bisa berjalan,” katanya.

Pengalaman tersebut membekas kuat dalam hidupnya. Ia melihat banyak anak disabilitas dan anak istimewa yang kerap tidak memiliki ruang tumbuh, bahkan sering dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar.

Berangkat dari pengalaman itulah, Paul mendirikan Zenkids sebagai pusat layanan tumbuh kembang anak yang tidak hanya fokus pada terapi, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.

“Maka lahirlah Zenkids supaya memberikan ruang, membantu kondisi stabilitas anak-anak istimewa, juga menjadi jembatan bagi orang tua,”ujarnya.

Zenkids kini aktif memberikan sosialisasi kepada sekolah, guru, dan wali murid mengenai pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak, penanganan yang tepat, serta pendidikan inklusif tanpa diskriminasi.

Paul menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak dan potensi yang sama untuk berkembang apabila mendapat dukungan yang tepat.

“Hindari diskriminasi karena mereka juga punya hak. Semua orang punya potensi, cuma sedikit yang benar-benar mau memperjuangkan potensi itu,”tuturnya.

Saat ini, Zenkids hadir dengan berbagai layanan, mulai dari konsultasi tumbuh kembang, terapi, edukasi parenting, hingga pendampingan sekolah inklusi.

Layanan tersebut didukung tenaga ahli tersertifikasi dari bidang kesehatan dan terapi anak.

Dalam kegiatan di Donorojo tersebut, Zenkids juga menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan 21 lembaga TK yang tergabung dalam IGTKI Kecamatan Donorojo.

Ketua IGTKI Donorojo, Dyah Wahyu Trisnowati, mengaku kehadiran Zenkids menjadi harapan baru bagi guru dan orang tua di wilayahnya.

“Kami sangat membutuhkan layanan seperti ini karena selama ini akses terapi anak masih sangat terbatas,” ujarnya.

Bagi Paul, perjuangan Zenkids bukan sekadar membangun layanan kesehatan tumbuh kembang, melainkan membangun harapan bagi anak-anak istimewa agar mereka dapat tumbuh percaya diri dan diterima di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Ketika anak-anak diragukan oleh dunia, mari kita kuatkan tekad mereka dan tumbuhkan rasa percaya dirinya,” pungkas Syaiul.

No More Posts Available.

No more pages to load.