Siswa Sekolah Rakyat 23 Pacitan Sabet Sederet Prestasi Nasional, Bukti Kemiskinan Bukan Penghalang

oleh -106 Dilihat
Kepala SRMA 23 Pacitan Nanang Adang Kusdinar saat menjadi narasumber podcast di studio Pacitanku TV.
BICARA PRESTASI: Kepala SRMA 23 Pacitan, Nanang Adang Kusdinar (baju putih, red), saat memaparkan transformasi mental juara siswa prasejahtera dalam siniar (podcast) Kertas Kosong di studio Pacitanku TV, Selasa (12/5/2026). (Foto: Tangkapan Layar YouTube/Pacitanku TV)

Pacitanku.com, PACITAN – Meski baru beroperasi satu semester, para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 Pacitan yang berasal dari keluarga prasejahtera berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan hambatan dengan menyabet sederet prestasi di kancah nasional.

Sekolah berasrama yang berlokasi di gedung Diklat Pemkab Pacitan ini sukses menorehkan hasil gemilang di awal masa operasionalnya sejak 14 Juli 2025.

Beberapa capaian prestisius tersebut di antaranya adalah juara 3 nasional lomba video kesiapsiagaan bencana dari BNPB, empat medali perak kejuaraan umum jujitsu tingkat nasional, serta menembus 10 besar finalis lomba cipta baca puisi MPR RI di Jakarta.

Baca juga: Dobrak Keterbatasan, Sekolah Rakyat 23 Pacitan Terapkan Matrikulasi Tiga Bulan demi Petakan Potensi Siswa

Keberhasilan ini merupakan buah dari dedikasi tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan pembentukan karakter dan mental juara.

Melalui sistem asrama 24 jam, siswa dilatih kepemimpinannya melalui rotasi pemimpin apel hingga program wajib bina wicara bertajuk “Muhadarah”.

Kepala SRMA 23 Pacitan, Nanang Adang Kusdinar, mengungkapkan bahwa transformasi karakter siswa adalah kemenangan yang paling utama bagi sekolah yang menyasar keluarga kategori sangat miskin (Desil 1 dan 2) ini.

“Perubahan karakter, keberanian tampil, tanggung jawab, tangguh itu justru adalah prestasi yang luar biasa. Harapan kami para anak-anak ini bisa menjadi agen perubahan yang memutus mata rantai kemiskinan,”kata Nanang dalam siniar Kertas Kosong episode 59 yang dikutip dari YouTube Pacitanku TV.

Nanang menjelaskan, sekolah ini merupakan perwujudan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2022 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

Pemerintah menanggung 100 persen biaya pendidikan dan fasilitas hidup siswa, mulai dari laptop pribadi, seragam, makanan bergizi, hingga layanan kesehatan spesialis.

“Sekolah rakyat ini adalah bentuk perwujudan dari instruksi Presiden terkait pengentasan kemiskinan, dan menghapus kemiskinan ekstrem salah satunya adalah melalui pendidikan yaitu sekolah rakyat,”pungkasnya.

Video Potret Sekolah Rakyat Pacitan Jawab Kesenjangan Pendidikan | Siniar Kertas Kosong Eps. 59

No More Posts Available.

No more pages to load.