Gandeng Teknologi Masa Depan, Wayang Beber Pacitan Bertransformasi ke Dunia Animasi hingga Gim Robotik

oleh -133 Dilihat
Ki Rudhi Prasetyo sedang membentangkan gulungan Wayang Beber asli dari Dusun Karangtalun Pacitan.
Ki Rudhi Prasetyo, dalang penerus Wayang Beber Pacitan, saat menunjukkan detail lukisan kuno yang telah berusia lebih dari 400 tahun. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Memasuki era digital, kesenian Wayang Beber Pacitan melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan teknologi modern mulai dari animasi, film, hingga rancangan gim robotik sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi dan memastikan warisan leluhur ini tetap relevan serta dicintai oleh generasi muda dunia.

Transformasi ini dipelopori oleh seniman sekaligus Dalang Wayang Beber Pacitan, Ki Rudhi Prasetyo.

Alih-alih memandang kemajuan teknologi sebagai hambatan, Rudhi justru memanfaatkan pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai sakral Wayang Beber ke dalam format yang lebih populer dan dinamis.

Langkah inovatif ini dilakukan dengan tetap menjaga batasan yang jelas: mempertahankan pakem asli untuk kebutuhan ritual, sembari mengeksplorasi kreativitas tanpa batas pada media edukasi publik agar mampu bersaing di panggung global.

“Prinsip utama yang saya gunakan adalah edukasi, inovasi, dan prestasi. Kita inovasikan dari Wayang Beber yang gulungan, kita buat sendratari, wayang kulit, film, animasi, motion graphic, dan nantinya mungkin kita buat gim robotik,”kata Ki Rudhi Prasetyo saat menjadi narasumber dalam siniar Kertas Kosong Pacitanku TV, dikutip Senin (13/4).

Dalam proyek yang digarap bersama kolaborator Fajar Abadi, Rudhi menunjukkan bahwa adaptasi digital justru memperkuat jati diri bangsa.

Keberhasilan ini juga telah menembus ranah akademis melalui integrasi lukis Wayang Beber ke dalam kurikulum perguruan tinggi seni.

Wayang Beber sendiri, yang tercatat lebih tua dari wayang kulit, telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional pada 2015 dan masuk dalam Memory of the World (MoW) UNESCO sejak 2018.

Sejarah panjangnya yang dimulai dari zaman Kerajaan Jenggala pada 1223 Masehi kini bersiap memasuki babak baru di tangan teknologi masa kini.

Dengan semangat inovasi ini, Wayang Beber Pacitan membuktikan bahwa budaya tradisional memiliki elastisitas untuk tumbuh berdampingan dengan teknologi, menjadikannya warisan yang tidak hanya dikenang, tetapi juga dimainkan dan dinikmati secara global.

Video Menerka Nasib Wayang Beber Pacitan di Era Digital | Kertas Kosong Eps. 57

No More Posts Available.

No more pages to load.