Pacitanku.com, PACITAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menyerukan peringatan penting terkait keselamatan warga pasca guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,2 yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Otoritas kebencanaan setempat secara tegas mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di bibir pantai sesaat setelah gempa besar terjadi, menyusul temuan lapangan yang menunjukkan masih adanya warga yang nekat beraktivitas di pesisir tak lama setelah lindu mengguncang.
Seruan ini menjadi catatan evaluasi krusial mengingat perilaku berada di pinggir pantai setelah gempa merupakan tindakan berisiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan jiwa, terlepas dari ada atau tidaknya potensi tsunami.
Baca juga: Eskalasi Gempa Meningkat, BPBD Ingatkan Warga Pacitan Tingkatkan Kewaspadaan dan Pahami Golden Time
Perwakilan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Yogyakarta, Ayu Krisno Ekarsti, menekankan bahwa dalam situasi bencana, manajemen emosi menjadi kunci utama keselamatan.
Menurutnya, rasa takut adalah respons manusiawi yang wajar, namun kepanikan tersebut tidak boleh sampai melumpuhkan logika warga untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengambil keputusan yang aman.
“Panik boleh karena pada saat terjadi gempa mustahil tidak menimbulkan kepanikan. Tapi tetap jangan hanya berada dalam ketakutan, tetap beraktivitas seperti biasa tapi selalu mawas diri dan waspada, memitigasi diri sendiri,”kata Ayu, dalam keterangan persnya, Jumat (6/2/2026) siang.
Lebih lanjut, Ayu mengingatkan agar masyarakat memahami kondisi lingkungan sekitar serta jalur evakuasi yang aman sebagai bentuk mitigasi konkret.
Literasi kebencanaan harus menjadi gaya hidup masyarakat yang tinggal di kawasan rawan gempa, mengingat fenomena alam ini tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya.
Warga juga diminta untuk bijak dalam menyaring informasi dan hanya merujuk pada pembaruan data dari kanal resmi BPBD atau BMKG guna menghindari disinformasi yang menyesatkan.
Secara teknis, guncangan yang mengusik ketenangan warga Pacitan tepat pukul 01.06 WIB tersebut memiliki parameter pemutakhiran menjadi Magnitudo 6,2, merevisi informasi pendahuluan yang sebelumnya menyebut angka 6,4.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa terletak di laut pada jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer.
Berdasarkan analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Meskipun guncangannya dirasakan cukup kuat hingga menjalar ke wilayah Bantul dan Sleman, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Pihak BPBD Pacitan berharap kewaspadaan dan kesiapsiagaan keluarga terus diperkuat demi keselamatan bersama tanpa harus kehilangan ketenangan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.
Video Pusat Gempa di Pacitan, Kok Malah di Bantul-Gunkid yang Banyak Kerusakan? 😱 Ternyata Ini Alasannya!












