Kadis PUPR: Air Sumber Kehidupan, Perlu Aksi untuk Merawatnya

oleh -Dibaca 77 kali
Bupati saat memimpin kegiatan Peringatan Hari Air Sedunia Ke-30 di Kabupaten dengan menggelar aksi kerja bhakti masal serta penanaman pohon di Pancer Dorr, Rabu (30/3/2022). (Foto: Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Suparlan menyebut air adalah sumber kehidupan, sehingga butuh upaya dan aksi untuk merawat air sebagai sumber kehidupan, salah satunya dengan menanam pohon.

“Air adalah sumber kehidupan anak dan cucu kita, bagaimana upaya kita untuk mengacu kesana, dan itu harus ada action, karena tanpa action itu hanya slogan semata,”katanya saat peringatan Hari Air Sedunia, Selasa (29/3/2022) di Pacitan.

Lebih lanjut, Suparlan mengatakan ada dua sisi dalam air, yakni bisa menjadi bermanfaat dan juga menjadi bencana.

“Ketika kita tidak menanam pohon, artinya air hujan turun langsung ke laut itu dengan kecepatan tinggi, bagaimana kita mengurangi kecepatan itu, caranya kita dengan menanam pohon, itu satu sisi mengurangi kecepatan mengurangi erosi, di satu sisi air itu harus meresap ke ke tanah, itu nanti yang akan mengangkat muka air tanah kita, selama ini (muka tanah) turun, kalau air muka tanah turun, air laut yang masuk,”jelasnya.

Terkait air yang terkadang menjadi bencana, Suparlan mengatakan bahwa selama ini pihaknya belum menangani dampak, tetapi belum melakukan penanganan yang menjadi penyebab.

“Kita selama ini baru menangani dampak, belum yang penyebab, lha ini yang penting pada saat ini adalah kaitan dengan penyebab banjir itu sendiri, pohon, batu itu bisa menjadi hambatan kecepatan air, kita ingin membuat itu,”ujarnya.

Ketika air terhambat, kata Suparlan, maka air itu bisa dicegah, salah satunya bendungan, sehingga aliran air bisa diatur.

“Yang kedua dihambat dengan batu, sungai diperbukitan kan banyak batu, itu harusnya dipertahankan, cuman kami kan ini (menyadari) kondisi bagian dari isi perut tidak bisa seperti itu, tapi harusnya ada tempat tertentu memang harus dipertahankan, caranya menghambat adalah dengan menanam,”paparnya.

Secara khusus, Suparlan mengharapkan kesadaran masyarakat untuk menanam pohon jadi terpacu.

“Kegiatan ini menjadi pemicu menggugah, mengajak kepada masyarakat untuk gemar menanam, katakanlah hari ini memulai, kita belum terlambat, tapi kalau tidak melakukan apa-apa, itu air bisa berubah menjadi bencana,”pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 11.363 bibit pohon ditanam serentak diseluruh wilayah Kabupaten Pacitan melalui kecamatan serta desa dan kelurahan terpilih.

Video Melihat Cara Survive Memenuhi Kebutuhan Air Warga Pegunungan di Pacitan

No More Posts Available.

No more pages to load.