Enam Pasien Corona di Pacitan Sembuh, Case Recovery Rate Jadi 79,7 Persen

oleh -13178 views
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto saat konpers. (Foto: Sulthan Salahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN — Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan kembali mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Pacitan, Rabu (19/8/2020). Namun disisi lain, ada enam pasien yang dinyatakan sembuh diumumkan di hari yang sama.

“Yang cukup menggembirakan juga, terjadi penambahan kesembuhan, yaitu 6 orang, pasien sembuh semuanya berasal dari wisma atlet,” kata juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, dalam keterangan pers virtualnya, Rabu.

Rachmad kemudian merinci, pasien sembuh yang pertama dari Tulakan. Dimana yang bersangkutan dirawat sejak tanggal 20 Juli.

”Kemudian yang kedua dari Sudimoro juga sama dirawat sejak tanggal 27 Juli, yang ketiga dari Pacitan dirawat sejak 7 Agustus kemarin, yang keempat dari Ngadirojo juga dirawat sejak 7 Agustus, yang kelima Pacitan juga dirawat sejak 7 Agustus, yang keenam dari Tanjungpuro Ngadirojo dirawat sejak tanggal 7 Agustus,”jelas Rachmad.

Dengan penambahan ini,  maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Pacitan sejak kasus pertama ada 74, sedang yag sembuh adalah 59 orang, sehingga angka kesembuhannya tetap menjadi 79,7 persen dimana saat ini dirawat 13 orang dan meninggal 2 orang.

Dengan adanya kasus seperti ini, Rachmad menghimbau sekali lagi mengharapkan masyarakat Pacitan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Meskipun, disana sini akses ekonomi sudah dibuka oleh Pemerintah, namun bagaimana dapatnya masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan.

”Karena hanya dengan disiplin kita menjalankan protokol kesehatan utamanya 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial serta jauhi kerumunan, Insyaallah kita akan bebas, Insyaallah kita akan tidak tertular COVID-19,”ujar dia.

Ada beberapa informasi, kata Rachmad, dimana masyarakat lupa terhadap protokol kesehatan, beberapa informasi dari masyarakat tersebut masuk ke gugus tugas.

”Untuk itu kembali lagi sekali lagi gugus tugas mengharapkan partisipasi masyarakat, kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan serta kejujuran. Karena dengan kejujuran masyarakat memberikan informasi kepada gugus beserta jajarannya termasuk yang ada di Desa,”jelas dia.

Tracing, kata Rachmad, akan dilakukan dengan optimal. Karena menurut dia, dengan tracing dilakukan dengan optimal, maka penularan akan dapat dicegah sedini mungkin.

”Dengan penularan yang dapat dicegah sedini mungkin otomatis akan dapat mengendalikan perkembangan COVID-19 yang ada di Kabupaten Pacitan, sehingga penderita COVID-19 ataupun jalannya kasus COVID-19 yang ada di Kabupaten Pacitan bisa kita kendalikan bersama, sehingga Pacitan bisa menuju ke zona hijau dan masyarakat kembali beraktivitas sebagaimana sediakala,”papar dia.

Kata kuncinya, kata Rachmad, adalah disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan.

”Sekali lagi GTPP menghimbau kesadaran kejujuran serta partisipasi mayarakat untuk menjalankan protokol kesehatan,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

Video Pesan Jubir GTPP: Laksanakan 3M Cegah Virus