Jubir GTPP Pacitan: Jangan Menstigma Negatif Penderita Corona

oleh -13146 views
Jubir tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto saat konferensi pers, Kamis (9/7/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Juru bicara percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemerintah Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto kembali meminta masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada penderita COVID-19. Hal itu disampaikan oleh Rachmad terkait kemungkinan adanya tracing lanjutan klaster lokal Sudimoro di wilayah kecamatan Kota.

“Untuk tracing di wilayah kota terkait klaster Sudimoro, tetap akan dilakukan tracing, karena sudah masuk dalam rapat yang kapan lalu, ada banyak laporan dari masyarakat juga, jadi banyak warga (klaster lokal, red) yang memang hidupnya di kota, tentunya hal itu juga menjadikan pendidikan bagi warga kota, saya mohon bantuan kepada teman-teman (wartawan untuk sosialiasi, red), jangan menstigma negatif, untuk penderita COVID-19,”kata Rachmad, Kamis (9/7/2020) malam di Pacitan.

Apalagi, kata Rachmad, pasien tersebut belum dilakukan tes uji swab sebagai salah satu instrumen yang akurat untuk menyatakan seseorang positif atau negatif COVID-19.

“Apalagi yang belum dilakukan tes swab dan menyatakan positif. Kalaupun toh ada penderita COVID-19 positif di lingkungan area itu, agar masyarakat tidak resah, apalagi menolak, karena bagaimanapun juga penderita COVID-19 mempunyai hak untuk hidup layak,”tandasnya.

Namun demikian, Rachmad kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dengan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Cuma mayarakat ya harus waspada selalu menjalankan protokol kesehatan. Selama kita pakai masker jaga jarak, aman Insyaallah,”tandasnya.

Rachmad sendiri mengatakan penambahan satu pasien positif COVID-19 per Kamis (9/7/2020) adalah seorang perempuan dengan usia masih 26 tahun, dengan alamat di Kecamatan Sudimoro.

Baca juga: Grafik Corona di Pacitan Naik, GTPP Minta Maaf

Yang bersangkutan merupakan pasien yang berada satu ruangan dengan empat pasien positif sebelumnya dari klaster yang sama.

“Saat ini pun, atas instruksi bapak Kapolres dan persetujuan bapak Bupati, klaster udimoro yang saat ini menunggu hasil swab yang kemarin ada sebagian diisolasi di Sudimoro (Desa Sukorejo dan Sumberejo) kemudian ada juga yang diisolasi di hotel Surya Darma Ngadirojo, mulai tadi pagi (Kamis, red) semuanya ditarik di hotel Surya Darma Ngadirojo,”jelasnya.

Tak hanya itu, Rachmad mengatakan, sambil menunggu hasil swab dan juga menunggu persiapan yang ada di perusahaan yang ada di Sudimoro, perusahaan akan menyediakan ruangan tersendiri untuk isolasi bagi stafnya yang memang menunggu swab.

“Kalau positif kan sudah jelas, harus ditarik di wisma atlet, atau kalau sakit ditarik  ke Rumah Sakit. Untuk klaster sudimoro menunggu swab ya agak banyak, menunggu swab lebih dari 10, itupun belum yang lanjutan nanti dari hasil tracing yang hari ini (kamis, red) positif. itu kan masih dilanjutan,”ujar dia.

Untuk diketahui, hingga Kamis (9/7/2020) malam WIB, gugus tugas sudah memantau sebanyak 25.024 berstatus orang sehat dengan risiko (ODR), 675 orang dalam pemantauan (ODP), 24 pasien dalam pengawasan (PDP), 749 orang tanpa gejala (OTG) dan 35 positif COVID-19. Dari 35 pasien positif COVID-19 tersebut, 13 diantaranya sudah selesai pemantauan alias sudah sembuh, sementara 21 masih dalam perawatan dan 1 pasien meninggal dunia.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

Video Penjelasan GTPP Tentang Update Corona Klaster Lokal Pacitan