100 Pasien di Jatim Sembuh Per Selasa, Khofifah Ajak Seluruh Masyarakat Gotong Royong Selesaikan Wabah Corona

oleh -215 views
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers COVID-19 pada Selasa (31/3/2020) di Grahadi. (Foto: Dok Pemprov Jatim)

Pacitanku.com, SURABAYA — Perkembangan jumlah pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Jawa Timur mengalami penyembuhan yang signifikan. Per (2/6/2020), sebanyak 100 pasien COVID-19 confirm di Jawa Timur dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh menjadi 799 pasien atau setara 15,57 persen.

Gubernur Khofifah pun mengapresiasi kinerja tenaga medis dan para medis yang bekerja luar biasa dalam menangani pandemi COVID-19 ini.

“Terus meningkatnya angka kesembuhan di Jawa Timur ini berkat kerja keras tim tenaga kesehatan di 38 Kabupaten/kota. Perang melawan COVID-19 ini belum berakhir, jadi kepada masyarakat dimohon tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,”ungkap Khofifah saat siaran pers selasa (2/6/2020) di Kota Surabaya.

Untuk jumlah penambahan kasus positif COVID-19 di Jawa Timur per Selasa (2/6) terdapat penambahan kasus 194 kasus baru, sehingga total kasus positif Jatim bertambah menjadi 5.132 pasien positif.

Adapun jumlah pasien meninggal secara keseluruhan berjumlah 429 orang. Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6.754, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 24.923, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 18.792.

“Semoga kedepan angka kematian di Jawa Timur bisa terus di tekan bahkan sampai nol dan angka kesembuhan semakin bertambah,”kata Khofifah.

Khofifah berharap, para penyintas COVID-19 ini dapat mengedukasi masyarakat. Karena dalam proses tersebut berasal dari pengalaman pribadi.

“Kita harus bergotong royong menyelesaikan wabah ini. Tidak bisa hanya pemerintah atau tim tenaga kesehatan saja, tapi semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama,”imbuhnya.

Khofifah mengatakan bahwa wabah COVID-19 merupakan penyakit yang memungkinkan untuk menjangkiti semua orang, tanpa terkecuali.

“Tidak ada istilah kebal. Semua punya potensi yang sama untuk tertular. Maka dari itu, tetap waspada dan tidak menyepelekan,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Sumber: Siaran Pers Pemprov Jatim
Editor: Dwi Purnawan