Empat Guru dan Kepala Sekolah SMK di Pacitan ikuti Uji Swab

oleh -13618 views
Jubir gugus tugas COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Empat tenaga kependidikan tingkat pendidikan menengah di Kabupaten Pacitan, mengikuti uji swab coronavirus disease 2019 (COVID-19). Mereka merupakan transmisi lintas daerah, klaster Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, hari ini gugus tugas melakukan swab kepada empat orang guru dan kepala sekolah, yang pada tanggal 20 Mei lalu mengikuti prosesi pelantikan di Kota Surabaya.

“Selain empat orang tersebut, juga dari pihak keluarga atau sejumlah orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan ke empat orang tersebut. Sementara bagi yang lainnya, akan dilaksanakan rapid diagnotsic test (RDT),” jelasnya, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Klaster Baru Corona dari Pelantikan Disdik Jatim Mengintai, Gugus Tugas di Pacitan Lakukan Tracing

Sementara itu secara terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Trihariadi Hendra Purwaka mengatakan, sebagaimana Informasi yang diperoleh dari tim surveilans, keempat orang tersebut sejak tanggal 20 Mei, sepulang dari Surabaya, diduga kuat tidak melakukan karantina mandiri.

“Sehingga gugus tugas langsung mengambil sikap, untuk uji swab. Sedangkan yang lainnya, sementara masih RDT,”terangnya.

Dokter yang akrab disapa Hendra ini mengungkapkan, saat ini tim survailans masih terus melakukan tracing. Sebab ke empat orang itu, diduga banyak melakukan interaksi sosial. “Sehingga tracing akan diperluas,” tegasnya.

Hendra juga mengungkapkan, tracing kemungkinan akan dilaksanakan bagi pegawai Cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim wilayah Pacitan. Sebab tidak menutup kemungkinan, mereka juga ikut hadir pada saat prosesi pelantikan di Surabaya.

“Akan kami koordinasikan lanjut dengan komandan gugus tugas (Bupati Pacitan Indartato). Kemungkinan Kepala Cabang Dinasnya juga akan di tracing,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan