Beri Dukungan Psikologis dan Pemberdayaan, ZENKIDS Bersama PUSPA Dampingi Korban Dugaan Perundungan di Pacitan

oleh -100 Dilihat
Tim Klinik ZENKIDS dan PUSPA berdiskusi dengan keluarga korban perundungan di Arjosari Pacitan.
Pimpinan Klinik ZENKIDS Syaiul Maruf bersama perwakilan PUSPA saat memberikan dukungan moral dan psikologis di kediaman keluarga MCF di Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Sabtu (15/8). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Klinik ZENKIDS Tumbuh Kembang Anak berkolaborasi dengan Partisipasi Publik untuk Perlindungan Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) memberikan dukungan moral serta pendampingan psikologis kepada MCF.

MCF adalah korban dugaan perundungan di Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Langkah ini difokuskan pada pemulihan mental dan pemberdayaan potensi korban demi masa depan yang lebih baik.

Pimpinan sekaligus terapis Klinik ZENKIDS, Syaiul Maruf, bersama perwakilan PUSPA, Yuli Rahmawati Mutiah, turun langsung menemui korban dan keluarganya dalam suasana kekeluargaan pada Sabtu (15/8/2026) siang

Dalam pertemuan tersebut, tim memetakan kebutuhan pendampingan lanjutan, khususnya pada aspek psikososial.

Syaiul, yang juga merupakan penyandang disabilitas, memberikan motivasi empati kepada MCF agar pengalaman traumatis tidak menjadi penghalang untuk terus berkembang.

“Jangan menyerah. Kita ini, bagaimanapun kondisi kita, pasti memiliki potensi. Hanya saja, tidak semua orang mendapatkan kesempatan dan pendampingan untuk benar-benar memperjuangkan potensi tersebut,”kata Syaiul memotivasi korban.

Sebagai tindak lanjut, Klinik ZENKIDS menawarkan program terapi berkelanjutan yang akan diawali dengan tahapan screening (pemeriksaan awal).

Hal ini bertujuan untuk menentukan metode pendampingan psikologis dan pengembangan bakat yang paling sesuai dengan kondisi korban.

Tawaran tersebut disambut positif oleh ayah MCF. Pihak keluarga berencana segera menjadwalkan kunjungan ke klinik untuk memulai tahapan screening tersebut.

Senada dengan hal itu, Yuli Rahmawati Mutiah dari PUSPA menegaskan bahwa kelompok rentan tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Pihaknya siap membuka jalan agar korban mendapatkan penanganan yang utuh.

“Jika membutuhkan pendampingan lebih lanjut, kami dari PUSPA siap mendampingi dan membantu mencarikan beberapa jalur pendukung bagi keluarga,” kata Yuli.

Di tengah pemberian dukungan ini, pihak ZENKIDS dan PUSPA menggarisbawahi bahwa kehadiran mereka murni bersifat kemanusiaan dan kesehatan mental.

Keduanya sepakat untuk tidak masuk atau mengintervensi ranah hukum yang saat ini sudah ditangani oleh kuasa hukum keluarga korban.

“Proses hukumnya biar berjalan sesuai koridor hukum dan ditangani oleh pihak yang memang memiliki kewenangan. Sementara kami mengambil bagian pada hal yang menjadi kapasitas kami, yaitu pendampingan, pemulihan, dan pemberdayaan,”tegas Syaiul.

Ke depan, sinergi antara ZENKIDS dan PUSPA diharapkan tidak hanya berhenti pada penanganan kasus ini.

Kedua lembaga tersebut berkomitmen untuk merumuskan sistem pendampingan yang lebih inklusif dan terarah bagi anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.