Unik! Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Gantung Pacitan Gelar Lomba Voli Geber

oleh -160 Dilihat
Warga Lingkungan Gantung Pacitan bermain voli geber dalam perayaan HUT ke-81 RI.
Keseruan warga RT 1 RW 1 Lingkungan Gantung, Kelurahan Pacitan saat berpartisipasi dalam pertandingan voli geber untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Warga RT 1 RW 1 Lingkungan Gantung, Kelurahan Pacitan, menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI dengan menggelar pertandingan bola voli unik berkonsep “geber” pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang menutup visibilitas antarpemain di lapangan ini sukses mengundang gelak tawa sekaligus mempererat kerukunan warga setempat.

Dalam bahasa Jawa, geber bermakna layar penutup panggung atau tirai.

Konsep ini diaplikasikan dengan membentangkan kain penutup di bagian tengah lapangan tepat pada area net, sehingga para pemain tidak dapat melihat pergerakan maupun strategi lawan secara utuh.

Situasi tak terduga dari laju bola inilah yang melahirkan momen-momen jenaka bagi peserta, baik dari kalangan bapak-bapak maupun ibu-ibu.

Ketua RT 1 RW 1 Lingkungan Gantung, Roedito, menuturkan bahwa turnamen voli geber bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan wujud nyata dari upaya menjaga keharmonisan masyarakat.

“Ini bagian dari pemberdayaan masyarakat. Kami ingin warga semakin rukun, guyub, dan saling membantu. Kami melibatkan berbagai elemen warga mulai dari Karang Taruna, PKK, dan bapak-bapak,” kata Roedito.

Keseruan di Lingkungan Gantung tidak hanya berhenti pada ajang voli. Sebelumnya, warga juga mengadakan lomba kebersihan antar-RT yang terintegrasi dengan agenda kelurahan dan kecamatan.

Penilaian dalam lomba tersebut cukup komprehensif, mencakup kelayakan sanitasi, makanan, pengelolaan limbah, hingga tinjauan langsung ke delapan rumah warga.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan aneka perlombaan anak-anak, jalan sehat, dan senam bersama pada Minggu pagi. Sebagai puncaknya, warga dijadwalkan menggelar malam tasyakuran kemerdekaan pada 17 Agustus.

Menariknya, seluruh pembiayaan rangkaian kegiatan ini disokong secara swadaya melalui dana jimpitan (sumbangan rutin sukarela) warga.

“Dana ini murni dari masyarakat, dari jimpitan masyarakat dan kembali lagi kepada masyarakat. Ini juga menjadi ajang rekreasi setelah warga sehari-hari sibuk bekerja,”kata Roedito menambahkan.

Sebagai harapan ke depan, Roedito menginginkan adanya peningkatan perhatian dari pemerintah terhadap ketersediaan fasilitas di tingkat lingkungan RT.

Ia menilai, keberadaan fasilitas publik seperti pembangunan kantor RT akan sangat membantu memusatkan kegiatan kemasyarakatan sekaligus memperkuat optimalisasi pelayanan bagi warga setempat.

No More Posts Available.

No more pages to load.