Ada Perbedaan Hasil RDT Lima Perawat di Pacitan, ini Penjelasan Plt Kadinkes

oleh -13815 views
Rapid Test Kit Coronavirus. (Foto: freepik.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang tokoh masyarakat di Pacitan, Achmad Sunhaji, mempertanyakan hasil uji rapid diagnostic test (RDT) terhadap sejumlah perawat di salah satu klinik swasta di Pacitan.

Pasalnya, menurut informasi yang ia terima, ada perbedaan hasil antara RDT yang dilakukan pihak klinik dengan RDT versi satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan.

Menurut mantan politikus Partai Golkar ini, dari hasil RDT pihak klinik, menyatakan kalau lima perawat tersebut non reaktif COVID-19. Akan tetapi hasil RDT gugus tugas menyatakan reaktif COVID-19.

“Ini yang benar yang mana, sebab masyarakat menjadi resah. Hasil RDT antara pihak klinik dengan RDT gugus tugas kok berbeda. Mohon ada kejelasan, sehingga masyarakat tidak resah,”katanya, Ahad (3/5/2020).

Baca juga: Berstatus OTG, Lima Perawat Klinik Swasta di Pacitan Jalani Uji Swab

Sebagai tokoh masyarakat, ia menginginkan setiap informasi bisa disampaikan secara gamblang, agar tidak memunculkan multi tafsir bagi masyarakat.

“Kalau negatif ya katakan negatif. Dan kalau positif yang sampaikan kalau positif,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, menegaskan, memang sempat ada perbedaan hasil RDT antara pihak klinik dengan RDT gugus tugas.

“Mana yang benar? Semuanya benar. Kita tidak bisa mempersalahkan satu sama lainnya. Semua kita putuskan benar hasil RDT masing-masing,” jelas dokter yang karib disapa Hendra ini secara terpisah.

Diakui Hendra, tingkah sensitifitas alat RDT memang berbeda-beda. Sebagai contoh kasus pasien positif COVID-19 nomor 02. Awalnya, hasil RDT non reaktif. Namun karena kepekaan tim medis, akhirnya dilakukan uji swab dan hasilnya positif COVID-19.

“Terkait hasil RDT perawat di klinik swasta itu, gugus tugas memutuskan untuk dilakukan uji swab, guna mencari tahun kebenaran apakah mereka reaktif COVID-19 ataukah tidak. Itu solusi yang kita ambil untuk memastikan kebenarannya,”pungkasnya.

Sementara, mengutip data yang dihimpun oleh satgas COVID-19 Pacitan per Sabtu (2/5/2020) pukul 15.00 WIB, Satgas COVID-19 Pacitan telah memantau sebanyak total 19.565 orang.

Dari total jumlah pantauan tersebut, sebanyak 18.932 berstatus orang sehat dengan risiko (ODR). Kemudian sebanyak 543 berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dan sebanyak 9 pasien dalam pengawasan (PDP), dengan rincian 3 PDP masih dipantau, 2 PDP meninggal dunia dan 4 PDP selesai dipantau.

Selain itu, Satgas COVID-19 Pacitan juga telah mendata sebanyak 75 orang tanpa gejala (OTG) dan 6 pasien dinyatakan positif COVID-19.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan

Peta penyebaran COVID-19 di Pacitan per Sabtu (2/5/2020)