Pemkab Datangkan Ahli Geologi Teliti Tanah Amblas di Punung

oleh -13919 views
TANAH AMBLAS. Bupati Pacitan Indartato bersama jajaran meninjau langsung lokasi bencana. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendatangkan ahli geologi untuk melakukan penelitian terkait fenomena tanah amblas yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Mantren, Kecamatan Punung.

Kepala Sie Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Aswin Rikha Wijaya saat dihubungi Pacitanku.com melalui sambungan telepon, Sabtu (4/1/2020) di Pacitan mengatakan peristiwa tersebut juga sudah mendapatkan perhatian dari Bupati Pacitan Indartato.

“Itu ada keretakan tanah kita kemarin sudah melakukan  kunjungan bersama dengan Bupati Pacitan. Kebetulan beliau melihat ke lokasi secara langsung, kemudian sudah diadakan rapat bersama warga dan OPD terkait. Disamping itu juga untuk BPBD akan mengundang Badan Geologi untuk mengecek terkait keretakan tanah tersebut,”kata Aswin.

Lebih lanjut, Aswin mengatakan tanah amblas tersebut berada jauh dari permukiman warga dengan panjang sekitar 40 meter.

 “Jadi tanah itu berupa tanah lahan, jauh dari permukiman, dengan kurang lebih tinggi 4 sampai 5 meter, dengan lebar bervariasi 5-6 meter, dengan panjang kurang lebih sekitar 40-50 meter,”tandasnya.

Baca juga: Ada Tanah Amblas di Punung, Lubang Berdiameter Hampir 5 Meter

Aswin mengatakan kondisi tanah amblas di lahan milik warga tersebut dikarenakan adanya rongga tanah di bawah titik terjadinya tanah amblas.

“Retakan tersebut dikarenakan di dalam tanah tersebut terdapat beberapa rongga tanah, dengan intensitas hujan cukup sedang ke tinggi, tanah itu amblas menyebabkan keretakan,”jelas Aswin.

BPBD sendiri, kata dia, usai terjadi peristiwa tersebut langsung melakukan assesmen ke lapangan. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan polisi untuk pemasangan police line.

“Jadi emang itu jauh dari warga, tapi kita pasang police line, sewaktu waktu ada warga yang tidak mengetahui itu jadi tahu,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanah amblas terjadi sejak hujan lebat di awal tahun. Namun, belum terlalu lebar. Baru memasuki hari kedua amblas semakin luas dan dalam.