Suka Cita Tarawih Perdana di Masjid Al-Falaq Kluwih Tulakan Pasca Bencana

oleh -132.001 views
Warga Kluwih Tulakan saat tengah khusyuk tarawih di Masjid Al-Falaq. (Foto: Dok ACT Jatim)

Pacitanku.com, TULAKAN – Masjid Al-Falaq yang terletak di Dusun Krajan, Desa Kluwih Kecamatan Tulakan adalah salah satu diantara banyak bangunan yang rusak diterjang tanah longsor pada akhir November tahun 2017 lalu. Bencana banjir bandang dan longsor Pacitan telah merusak ribuan rumah. Termasuk membuat ambruk puluhan masjid dan musala.

Salah satu kerusakan parah pascalongsor itu menimpa Masjid Al-Falaq, masjid yang dahulunya selalu ramai jamaahnya. “Sejak masjid tertimbun longsor akhir tahun lalu, kami tidak dapat melaksanakan salat Jumat. Kegiatan yang biasanya berjalan, menjadi sepi karena tidak ada tempat pengganti,” ujar Katno, warga Dusun Karjan, sebagaimana dikutip laman ACT, Senin (21/5/2018).

Namun kini di awal Ramadhan, tak ada lagi sisa runtuhan masjid. Justru sebaliknya, yang ada adalah suka cita dan optimisme.

Adalah Miskadi, warga setempat dengan tulus mewakafkan sebidang tanahnya berukuran 10×10 meter untuk pembangunan lagi Masjid Al-Falaq.

“Saya niatkan wakaf ini atas nama orang tua saya. Selebihnya saya berharap masjid ini dapat meningkatkan keimanan warga Desa Kluwih, meningkatkan gotong royong warga untuk pulih setelah bencana banjir dan longsor lalu,” katanya.

Sementara, tim pemulihan pascabencana ACT Jawa Timur melaporkan, meski berpuasa, warga tak surut bergotong-royong membangun kembali masjid Al-Falaq. Hanya berselang dua bulan usai pondasi pertama ditanam, kini tiap malam Ramadan, Masjid Al-Falaq telah bisa digunakan untuk jemaah Tarawih.

“Sudah sejak Maret 2018 kemarin, kepedulian mengalir dari para muhsinin untuk membangun kembali Masjid Al-Falaq. Kepedulian datang khususnya dari Manajemen Masjid Baitul Izza (MMBI) dan Serikat Karyawan Bank Indonesia,” kata Ponco Sri Ariyanto, Kepala Cabang ACT Jawa Timur.

Warga Kluwih nampak khusyuk tadarus usai shalat Tarawih. (Foto: Dok ACT)

Usai salat Tarawih, keramaian tiap saf-saf di Masjid Al-Falaq tak berkurang.

“Warga melanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Quran. Alhamdulillah di Ramadan hari pertama kemarin, Tim ACT yang datang jauh dari Kota Surabaya ikut salat tarawih bersama kami. Tim ACT juga datang menyalurkan bantuan mushaf Al-Quran,” kata Katno, yang juga menjadi Tokoh Masyarakat Desa Kluwih ini.

Dari sisi luar, pembangunan kembali Masjid Al-Falaq belum selesai seluruhnya. Tembok luarnya belum berwarna. Beberapa bahan-bahan bangunan pun masih berserak di sana-sini, tanda kalau setiap hari masih ada proses pembangunan, digeber dengan kekuatan gotong royong warga Desa Kluwih.

Namun di sisi dalam Masjid, karpet tebal berwarna merah sudah digelar, cat bagian dalam pun sudah rampung dilapisi di tembok semen.

“Alhamdulillah, bagian dalam Masjid Al-Falaq sudah hampir selesai seluruhnya. Jadi tempat paling nyaman bagi warga Desa Kluwih untuk mengisi waktu selepas Tarawih. Tiap saf Tarawih yang terisi menunjukkan seberapa hebat rasa gotong royong yang dimulai warga Desa Kluwih,” pungkas Ponco. (ACT/RAPP002)