Pemkab Pacitan Kampanyekan Imunisasi Campak-Rubella

oleh -131.556 views
Indartato didampingi Ketua Tim Penggerak PKK di sela pencanangan imnuisiasi Campak-Rubella, Jumat (4/8/2017) di Pringkuku. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)
Indartato didampingi Ketua Tim Penggerak PKK di sela pencanangan imnuisiasi Campak-Rubella, Jumat (4/8/2017) di Pringkuku. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus mengkampanyekan imunisasi Campak-Rubella (MR). Pada Jumat (4/8/2017) Bupati Indartato meresmikan pencanangan Kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) di Balai Desa Dadapan, Pringkuku.

Dalam sambutannya, Indartato berharap program imunsasi Campak-Rubella sukses demi kehidupan dan masa depan anak-anak kita agar lebih baik.

Tingginya harapan Bupati itu cukup beralasan. Mengingat kesehatan masyarakat merupakan salah satu cita-cita negara.




“Tidak hanya untuk balita, tetapi juga para kaum lanjut usia. Karena itu kesuksesannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah dan jajarannya sampai di tingkat desa maupun tim penggerak PKK, juga masyarakat yang memiliki anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun,”katanya.

Dia juga meminta Dinas Pendidikan mewajibkan para pelajar yang berusia 15 tahun atau kurang untuk mendapatkan imunisasi. Meski sebelumnya ada diantara pelajar yang masuk dalam kategori usia itu telah mendapatkan suntikan kekebalan. “Mengingat pentingnya program, baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan untuk memberikan laporan kegiatannya,”tandasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Eko Budiyono menjelaskan pelaksanaan program imunisasi itu dilakukan untuk mengeliminasi penyakit campak pada tahun 2020, serta menurunkan kelainan bawaan karena Rubella.

“Untuk bulan ini imunisasi dilaksanakan diseluruh posyandu. Sedangkan bulan depan untuk siswa sekolah,” jelasnya.

Pemilihan sasaran imunisasi pada rentang usia antara sembilan bulan sampai 15 tahun bukan tanpa alasan. Sebab, pada usia 0-6 bulan bayi masih memiliki kekebalan alami. Sehingga imunisasi baru dilakukan tiga bulan berikutnya.

“Kenapa usia 15 tahun ? Wanita muda subur harus diberi kekebalan terhadap Rubella. Tetapi saat hamil dilarang. Supaya tidak terjadi kelainan bawaan,” katanya.

Sebagai informasi, pemerintah menargertkan pada tahun 2020, Indonesia bebas penyakit campak dan rubella.”Ditargetkan pada tahun 2020 Indonesia bebas penyakit campak dan rubella,” ujar Jokowi dalam acara pencanangan imunisasi measles rubella (MR) di MTsN 10 Sleman, Selasa (1/8/2017).

Jokowi optimistis, imunisasi MR akan berhasil. Sebab sebelumnya Indonesia juga pernah berhasil dengan imunisasi cacar, polio, dan tetanus. Untuk tahap yang pertama, menurut Presiden, imunisasi ini akan dilakukan secara serempak Agustus – September 2017 di Pulau Jawa .

Kemudian September tahun depan di luar Jawa, dan ditargetkan tahun 2020 Indonesia sudah bebas measles dan rubella.“Karena itu kerja itu harus dimulai dari sekarang,” pungkas Presiden Jokowi. (Humas Pacitan/RAPP002)