Pengakuan Sopir Laka Truk Berujung Maut: Bagian Belakang Seperti Menginjak Benda Keras

oleh -Dibaca 1.142 kali
petugas kepolisian berada di lokasi meninggalnya Argo.
petugas kepolisian berada di lokasi meninggalnya Argo.

Pacitanku.com, PACITAN – Musibah dan kecelakaan lalu lintas berujung maut kembali terjadi di Pacitan. Satrio Broto Argo Sewaton (23), pemuda yang merupakan warga Dusun Gamping, Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo ini meninggal dunia setelah  tubuhnya tergencet dump truck di Kelurahan Baleharjo, Jumat (10/2/2017) sekitar pukul 09.20 WIB kemarin.

Setelah kecelakaan berujung maut tersebut terjadi, pihak kepolisian pun segera mengamankan dump truck dengan nomor polisi AE 8915 UY tersebut bersama dengan sopirnya, Supriyono (33).

Supri pun sangat histeris dan kaget setelah menyaksikan kenek yang memberi aba-aba itu meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan pengakuan Supri, terjadi miss komunikasi saat dirinya memberi aba-aba ke Argo.

“Saya terus mengendalikan truck berjalan mundur, ternyata kernet saya (Argo- red), posisinya dibelakang truk,” kata Supri dengan raut muka sangat menyesal.

Dirinya pun sempat tak menyangka bahwa Argo tergencet dump truck pasir yang dikemudikannya. “Ban bagian belakang truk seperti menginjak benda keras. Ternyata, itu Argo,”ungkapnya lagi.




Kanit Laka Sat Lantas Polres Pacitan, IPTU Sugeng Rusli, mengatakan, memang ada miss komunikasi dalam kecelakaan berujung maut tersebut. Dia menduga tidak ada unsur kesengajaan dari sopir  menabrak keneknya itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa ini berawal saat Supri bersama Argo mengirimkan pasir bangunan di rumah Jono, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Saat ingin berputar arah, korban memberi aba-aba.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari petugas kepolisian Wigung membenarkan bahwa peristiwa tersebut menyebabkan pria yang akrab disapa Argo ini meninggal dunia. Menurut Wigung, awalnya korban yang merupakan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan tersebut memberikan aba-aba kepada Supri, sang sopir dump truck yang membawa pasir.

Namun naas, saat hendak mengambil kayu untuk mengganjal roda truk, Supri tak mengetahui korban berada di belakang truk dan terus mundur ke belakang atau “kunduran” hingga menggencet korban.

“Itu keneknya (Argo-red) memberi aba-aba kepada sopir truk, dia hendak mengambil ganjal kayu, sopirnya malah mundur dan tidak mengetahui, hingga tergencet dan terjepit tembok dan terjerumus di bawah roda,”ungkapnya.

Argo yang merupakan putra dari Gatot Kepala SD Negeri VI Ngreco Tegalombo ini meninggal dunia dalam kondisi yang memprihatinkan. Kepala Argo tergencet roda belakang kanan dump truck tersebut, sehingga kepala bagian kanan mengalami pendarahan yang cukup banyak. (RAPP002)