Dua Pekan, Desa Ngreco Tegalombo Diterjang Longsor 4 Kali

oleh -Dibaca 1.895 kali

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo pada Kamis (15/12/2016) kemarin. Kali ini longsor terjadi di terjadi di KM 29 yang menyebabkan akses jalan jalur Ponorogo-Pacitan sempat ditutup tiga jam. Desa Ngreco merupakan wilayah rawan longsor. Bahkan, dalam dua pekan terakhir setidaknya sudah terjadi empat kali longsor hingga menutup akses jalan provinsi tersebut.

Kepala Sie Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mengatakan, dalam situasi cuaca yang ekstrim ini pihaknya selalu siaga 24 jam guna menanggulangi kejadian bencana.

“Setelah kami mengirim alat berat kelokasi bencana ke Desa Ngreco untuk menyingkirkan longsoran tanah yang menimbun jalan raya tersebut, sekitar pukul empat sore longsoran sudah berhasil diatasi dan kemacetan saat ini sudah terurai sehingga arus jalan Ponorogo – Pacitan menjadi normal kembali,” katanya kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya tebing sisi jalan raya yang tergerus air hujan ambrol dengan diameter sekitar 50 meter menutup ruas jalan raya arah Ponorogo-Pacitan. Akibat kejadian tersebut, puluhan kendaraan terjebak dalam kemacetan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.




Kemacetan baru bisa terurai setelah pihak UPT Bina Marga Jatim wilayah Pacitan mengerahkan satu unit loader ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi material longsor. Meski demikian, pembersihan material longsor belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Sehingga, petugas Polsek Tegalombo memberlakukan sistem buka tutup sementara waktu.

Kasi jalan UPT Bina Marga Jatim wilayah Pacitan Budi Harisantoso menuturkan, pihaknya siaga setiap saat mengantisipasi apabila terjadi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacitan-Ponorogo. Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah alat berat yang dimiliki oleh satuan kerjanya di beberapa titik.

Selain menyiapkan sejumlah alat berat, tambah Budi, pihaknya juga memasang beberapa tanda peringatan rawan longsor di pinggir jalan. Ini dilakukan supaya para pengguna jalan yang melintas dapat lebih berhati-hati saat memasuki zona merah longsor. (RAPP002)