Mengenal Program Inovasi Ayo Kerja dan ATM Samsat Jatim

oleh -Dibaca 1.947 kali
ATM Samsat Jatim yang mendapatkan penghargaan nasional bidang pelayanan publik. (Foto: VOA Indonesia)
ATM Samsat Jatim yang mendapatkan penghargaan nasional bidang pelayanan publik. (Foto: VOA Indonesia)
ATM Samsat Jatim yang mendapatkan penghargaan nasional bidang pelayanan publik. (Foto: VOA Indonesia)
ATM Samsat Jatim yang mendapatkan penghargaan nasional bidang pelayanan publik. (Foto: VOA Indonesia)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Gubernur Soekarwo baru saja mendapatkan penghargaan Top 25 inovasi pelayanan publik 2015 dari Pemerintah Pusat. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago saat momen Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (29/4/2015) lalu.

Dua layanan publik di Jatim yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah  Ayo Kerja dan ATM Samsat Jatim: Merubah Kantor Menjadi Mesin. Bahkan Ayo Kerja dan ATM Samsat Jatim menjadi terbaik I dan terbaik II untuk kategori inovasi pelayanan publik tingkat provinsi se-Indonesia. Dua program tersebut masih unggul atas Jogjaplan dari Provinsi DI Yogyakarta (terbaik III), Sistem Pengendalian Inflasi dari Kalimantan Tengah (terbaik IV) dan Taman Budaya dari Provinsi Jambi (terbaik V).

“Hasil inovasi ini karena suasana yang kondusif. Tidak berjalan lalu menjadi suasana tertekan. Tetapi ini muncul karena kecerdasan dari learning untuk mendapatkan support. Tapi tetap didorong dari sebuah leadership sebesar 50 persen. Itu sangat menentukan,” terang Pakde Karwo dalam siaran persnya.

Era otonomi daerah, kata Pakde Karwo, yang dituangkan dalam UU 32/2014 itu tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana tujuan itu sangat bertumpuh pada peningkatan pelayanan publik. Oleh karena itu, Jatim sangat konsen terhadap aspek tersebut.

Mengenal ATM Samsat Jatim, Metode Pembayaran Efisien di Jatim

Menurut Pakde Karwo, Layanan Anjungan Transaksi Mesin, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (ATM Samsat) memang sangat layak mendapatkan Top 25 inovasi pelayanan publik 2015 dari Pemerintah Pusat. Karena dua layanan prima itu merupakan inovasi sekaligus revolusi di bidang layanan publik.

Untuk ATM Samsat Jatim, orang diganti mesin. Dengan begitu ada kepastian terhadap layanan dan efisiensi terhadap tenaga. Karena semua menjadi terukur, mulai waktunya terukur dan cepat, biayanya jelas, syaratnya juga jelas, serta sudah menjadi papaerles atau tidak memakai kertas lagi.

Program ATM Samsat Jatim terselenggara berkat sebuah kebersamaan dari berbagai jajaran SKPD. Disamping itu, terciptanya program tersebut tidak terlepas dari sebuah kemudahaan yang diberikan untuk masyarakat Jatim.

Dimana lewat pelayanan tersebut outputnya dapat memberikan kepastian waktu yang terukur, biaya yang jelas dengan syarat yang jelas pula serta meminimalisasi banyaknya berkas (paperless).  Apalagi mesin ATM Samsat Jatim yang membuat, kata Pakde bukan teknolog dari luar negeri ataupun teknolog dari perguruan tinggi. Tapi yang membuat adalah para pegawai di Dispenda Jatim yang bekerjasama dengan kepolisian dan PT Jasa Raharja.

Sebelumnya, ATM Samsat Jatim juga pernah  mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Inovasi ATM Samsat Jawa Timur ini merupakan yang pertama dalam hal pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta pembayaran lainnya terkait kendaraan bermotor. ATM Samsat Jatim merupakan inovasi teknologi pertama yang diterapkan terhadap pelayanan Samsat, khususnya pengesahan STNK, pembayaran PKB dan juga SWDKLLJ. MURI mencatat rekor ini pada urutan rekor yang ke 6556 dan juga 6657.

Program Ayo Kerja

Sedangkan Ayo Kerja, munculnya inovasi tersebut menjadi satu tawaran baru kepada masyarakat dalam mengurangi sebuah pengangguran di Jatim. Ini satu tawaran baru pada masyarakat untuk mencapai pengangguran sebesar 4,19 persen. Ada sekitar 830 ribu perusahaan di Jatim, ini dibangun sebuah jaringan kepada 850 perusahaan dan sekitar 5000 lebih sudah menikmatinya.

Hal itu dinilai penting, karena untuk memenangkan kompetensi di masa yang akan datang, ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Yakni, kualitas SDM, infrastruktur tentang SDM yang ada di sekolah dan balai latihan kerja, serta pelayanan yang baik dan excellent untuk meningkatkan daya saing.

“Jika itu mampu dilakukan, maka kita tak hanya menang pertarungan di daerah, tapi juga antarprovisi, di ASEAN, dan Asia Timur. Khususnya untuk menguasai pasar dalam negeri,” jelasnya.

Pakde Karwo menyampaikan kalau inovasi yang dibangun akan semakin kompetitif. Tidak hanya antar negara, tetapi kompetisi itu juga akan terjadi antar daerah. Yang perlu dimengerti ada tiga hal, yakni SDM, infrastruktur sekolah atau BLK dan sebagainya serta pelayanan proses dalam daya saing.

“Kalau antar daerah mampu membangun hubungan kerja dengan baik, maka akan mampu mencapainya tidak hanya pada tataran daerah atau negara saja, tapi juga mampu bersaing dengan negara-negara Asean dan dunia,” tambahnya.

Penghargaan yang diraih Pemprov semakin lengkap karena enam inovasi pelayanan publik dari kabupaten/kota di Jatim juga masuk Top 25 inovasi pelayanan publik 2015. Penghargaan tersebut adalah Lumajang dengan inovasi Gebrakan SUSI turunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, Banyuwangi melalui Lahir procot pulang bawa akte.

Selain itu juga Kabupaten Pasuruan (Odhalink), Kabupaten Malang lewat Tempat pemrosesan akhir sampah wisata edukasi, Kota Surabaya (E-Health), dan Kota Malang lewat inovasi Emas hitam di balik tumpukan sampah Kota Malang. Ini berarti, dari 25 penghargaan layanan publik se-Indonesia yang diberikan tahun ini, 32 persen berasal dari Jatim. (RAPP002)